Akibat Nonton Film Terlarang

Pada suatu malam yang panas, saya nonton Film. Film Indonesia berjudul Pintu Terlarang.

Ini poster film Pintu Terlarang


Judul film ini seperti mengingatkan pada film-film yang pernah beredar di bioskop Indonesia medio 90-an, coba jika diperhatikan kata Terlarang pada judul Pintu Terlarang, sedikit mengingatkan saya pada judul-judul panas Ranjang Terlarang, atau Gairah Terlarang yang dipajang dengan spanduk gede-gede bergambar cewek-cewek bahenol nerkom di bioskop depan SD saya dulu, tidak lupa menyertakan label untuk 21 tahun ke atas. Film yang sebagian besar adegan diambil di atas ranjang, tentu saja sesuai judulnya, semua dilakukan dengan penuh gairah sambil mempertontonkan adegan terlarang.


kalo ini Gairah Terlarang.

Tapi filem yang saya tonton ini jauh dari adegan atau kegiatan Terlarang, ada sih adegan terlarang tapi itu di luar konteks terlarang seperti yang di tampilkan di film Gairah Terlarang. Kalian tau lah konteks apa yang terlarang di film itu....

Pintu Terlarang, Film tentang seorang pematung, ini pematung yang seniman, bukan pematung yang patungnya jadi sesembahan. Ah, tapi bukan cerita filmnya yang mau saya tulis, Ini tentang saya menemukan sebuah scence potongan dari film itu:


Be A Good Wife. Get A Job.

Di salah satu adegan film ada papan reklame bertuliskan "Be A Good Wife. Get A Job". Entah apa maksud si pembuat reklame itu. Tapi semua orang boleh menafsirkan sebebas-bebasnya, sebebas Timor Leste setelah 1999.

Namun begini saya menafsirkan: Ada gambar wanita, ini menyatakan pesan tersebut ditujukan untuk wanita, atau yang peduli terhadap wanita, atau apa pun itu yang berkaitan dengan wanita serta isu-isu yang meliputinya. Lalu ada tulisan "Be A Good Wife". Ini mungkin saja berkenaan dengan impian atau cita-cita sebagian besar wanita masa kini, masa lalu, dan masa yang akan datang yang pada umumnya bercita-cita menjadi istri yang baik, walau mungkin saja ada beberapa wanita bercita-cita "Be A Good Husband".

Buat saya ini gambar ini menyatakan sedikit tentang adanya harapan, harapan untuk mendapatkan hak yang sama untuk kaum perempuan. Hak bekerja, hak berpendapat, hak berpendapatan, hak bersuara, hak berkarya, hak untuk setara dengan semua manusia, baik pria maupun sesaman perempuan, dan tetap menjalankan kewajibannya sebagai "Good Wife" bagi yang sudah menjadi someone's wife.

Namun, saya kira kesetaraan gender belum tercapai, jika sudah tercapai maka terjemahan bahasa inggris untuk kata sejarah akan muncul dua istilah, yakni :
"History" and "Herstory".

Komentar

Entri Populer