Jumat, 26 Februari 2016

Collegiate Handshake


Sedikit kejadian yang benar-benar saya ingat sejak pos terakhir di blog ini dimuat, kecuali
beberapa yang memang secara selektif saya ingat, minimal momen-momen pribadi yang..yah walau sudah jadi fosil dalam ingatan bukan berarti belulang nya tidak tergali


Salah satunya, saya lulus kuliah, hahahaha..

ehmm..dengan ip seadanya dan injury time pula, bahkan harus mengambil semester pendek dimana saya terpaksa mengambil dua mata kuliah di Jurusan lain, ya terpaksa mengambil mata kuliah tambahan di jurusan Teknik Sipil dan jurusan Geodesi,


Demikian bukan karena kurikulum mengharuskan, namun jika SKS anda tidak mencukupi untuk lulus apa boleh buat, dipilihnya dua jurusan itu karena

memang mereka yang membuka kelas untuk mahasiswa luar jurusan, selain jurusan di Seni Rupa, yang sekalipun saya berhasrat ingin ambil namun sadar bahwa menjadi seniman visual diperlukan kompetensi membedakan warna, untuk warna saya angkat tangan, disamping faktor malas membuat prakarya.


Dan dengan sedikit effort, memang sedikit, karena pada dasarnya dosen matakuliah itu sudah mengerti bahwa peserta kelas adalah veteran hampir kalah perang, maka diloloskan saja. Demikian dosen begitu supaya veteran-veteran ini paham bahwa ini toh cuma kampus, jangan berlama-lama, segera enyah dan berbahagialah. Setelah itu yah seperti veteran-veteran lainnya saya sidang tugas akhir, well ini juga lancar-lancar saja mengingat tugas akhir sudah saya kerjakan hampir 80 % dari dua tahun sebelumnya, yang dulu sempat saya tinggalkan begitu saja, untuk lupa kemudian apa yang sudah saya kerjakan dan ingat lagi waktu sidang. dan ya saya wisuda. 



Tidak ada yang aneh apalagi yang berkesan dalam upacara menyingkap tali toga itu, terus terang saya sudah hilang momen. seperti sembelit berminggu-minggu yang hilang dan terbuang sekali dorongan, tidak ada kebahagian dalam proses membuang kotoran, hanya ada kelegaan. Tidak ada yang membuat saya kagum di hari itu selain stamina bapak Rektor untuk berdiri dan menyalami seluruh wisudawan yang jumlahnya ratusan, Pak rektor, andai anda tahu apa yang mereka pegang dan sentuh sebelum tangan mereka bersalaman dengan anda, sudikah anda menyalami semuanya?

Rabu, 30 Maret 2011

Stop



Pada setiap perjalanannya setiap manusia pernah berhenti

Rabu, 26 Mei 2010

Akibat Nonton Film Terlarang

Pada suatu malam yang panas, saya nonton Film. Film Indonesia berjudul Pintu Terlarang.

Ini poster film Pintu Terlarang


Judul film ini seperti mengingatkan pada film-film yang pernah beredar di bioskop Indonesia medio 90-an, coba jika diperhatikan kata Terlarang pada judul Pintu Terlarang, sedikit mengingatkan saya pada judul-judul panas Ranjang Terlarang, atau Gairah Terlarang yang dipajang dengan spanduk gede-gede bergambar cewek-cewek bahenol nerkom di bioskop depan SD saya dulu, tidak lupa menyertakan label untuk 21 tahun ke atas. Film yang sebagian besar adegan diambil di atas ranjang, tentu saja sesuai judulnya, semua dilakukan dengan penuh gairah sambil mempertontonkan adegan terlarang.


kalo ini Gairah Terlarang.

Tapi filem yang saya tonton ini jauh dari adegan atau kegiatan Terlarang, ada sih adegan terlarang tapi itu di luar konteks terlarang seperti yang di tampilkan di film Gairah Terlarang. Kalian tau lah konteks apa yang terlarang di film itu....

Pintu Terlarang, Film tentang seorang pematung, ini pematung yang seniman, bukan pematung yang patungnya jadi sesembahan. Ah, tapi bukan cerita filmnya yang mau saya tulis, Ini tentang saya menemukan sebuah scence potongan dari film itu:


Be A Good Wife. Get A Job.

Di salah satu adegan film ada papan reklame bertuliskan "Be A Good Wife. Get A Job". Entah apa maksud si pembuat reklame itu. Tapi semua orang boleh menafsirkan sebebas-bebasnya, sebebas Timor Leste setelah 1999.

Namun begini saya menafsirkan: Ada gambar wanita, ini menyatakan pesan tersebut ditujukan untuk wanita, atau yang peduli terhadap wanita, atau apa pun itu yang berkaitan dengan wanita serta isu-isu yang meliputinya. Lalu ada tulisan "Be A Good Wife". Ini mungkin saja berkenaan dengan impian atau cita-cita sebagian besar wanita masa kini, masa lalu, dan masa yang akan datang yang pada umumnya bercita-cita menjadi istri yang baik, walau mungkin saja ada beberapa wanita bercita-cita "Be A Good Husband".

Buat saya ini gambar ini menyatakan sedikit tentang adanya harapan, harapan untuk mendapatkan hak yang sama untuk kaum perempuan. Hak bekerja, hak berpendapat, hak berpendapatan, hak bersuara, hak berkarya, hak untuk setara dengan semua manusia, baik pria maupun sesaman perempuan, dan tetap menjalankan kewajibannya sebagai "Good Wife" bagi yang sudah menjadi someone's wife.

Namun, saya kira kesetaraan gender belum tercapai, jika sudah tercapai maka terjemahan bahasa inggris untuk kata sejarah akan muncul dua istilah, yakni :
"History" and "Herstory".

Jumat, 19 Februari 2010

Suicide Attemp

Saya sudah lama tidak mengupdate blog, karena sibuk mengupdate yang lain, salah satunya mengupdate Tugas Akhir sarjana saya, karena terus terang mengupdate blog secara kontinu tidak akan membuat saya lulus sarjana. Tetapi ini saya mencoba mengupdate blog, apakah dengan mengupdate blog pertanda saya sudah lulus sarjana? tentu tidak, parameter lulus sarjana adalah wisuda bukan banyaknya tulisan di blog, nenek saya yang cuma tamatan Sekolah Rakyat juga tahu itu, walaupun nenek saya ga pernah kuliah, beliau jauh lebih sukses daripada saya yang kuliah ini, sukses menguliahkan orang tua saya sehingga orang tua saya bisa menguliahkan saya, membuat dua generasi keluarga pernah mencicipi bangku kuliah buat saya adalah pencapaian yang cukup amazing dari seorang nenek. Mudah-mudahan saja kesuksesan nenek bisa diperlebar menjadi tiga generasi bahkan lebih setelah saya lulus nanti.

Karena ilmu itu penting, itu kata kakek saya yang pensiunan guru SD. Ada istilah yang mengatakan harta ga akan habis sampe tujuh turunan. Maka ada kemungkinan keturunan kedelapan dan seterusnya akan jatuh miskin hidup sengsara, tapi kalau tahu ilmunya, kita bisa bikin harta kita ga akan abis sampe kiamat, kira-kira itu mungkin maksud kakek saya, karena terus terang walaupun kakek saya seorang pendidik, tapi paradigma yang masih terbentuk adalah: kuliah itu biar cepat dapat kerja, kalau cepat kerja maka cepat kaya. Tapi percayalah, kemudahan finansial di masa depan cuma produk sampingan dari hasil kerja keras saat kuliah, ada yang lebih penting daripada itu.

Paradigma kuliah, kerja, kaya adalah penyederhanaan dari tujuan perguruan tinggi, tapi setidaknya paradigma ini membuat banyak pemuda indonesia berhasrat untuk kuliah demi kemudahan finansial yang berarti perbaikan taraf hidup di masa depan, buat saya sendiri ini ga masalah, di dalam kampus paradigma bisa berubah, tujuan pendidikan apalagi tingkat perguruan tinggi tidak hanya bermuara pada kemudahan akses finansial, ga perlu kuliah kalo cuma mau kaya, jadi babi ngepet juga bisa, ga perlu belajar, ga perlu ujian, ga ada skripsi, ga ada tugas akhir, syaratnya cuma satu: Rela atau tidak disamakan wujudnya dengan babi. Tapi dengan kuliah, setidaknya kita punya banyak pilihan, even cuma jadi pengangguran saya kira kuliah kita masih bisa dibilang worthed, saya rasa pilihan jadi babi ngepet tidak ada dalam list pengangguran yang pernah kuliah, saya bisa bilang ini progressive ketika produk sarjana perguruan tinggi tidak lagi memilih menjadi babi ngepet, setidaknya tujuan filsuf pendidikan Paolo Freire tercapai:"Pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia", dan jelas bukan "Membabikan manusia".

Okelah jika pilihan menjadi babi ngepet atau profesi berbau mistik lainnya bisa dihindari, bagaimana jika siswa, mahasiswa, atau sarjana dengan sengaja menjatuhkan diri dari lantai atas mall seperti yang sering diberitakan akhir-akhir ini? apakah ini salah dari sistem pendidikan atau kontrol sosial yang kurang? Entah lah saya bukan psikolog atau orang yang paham behavioural science, saya tidak tahu mengapa orang bunuh diri dengan melompat dari lantai atas mall, tapi kalau pertanyaannya: berapa lama waktu yang dibutuhkan orang yang jatuh dari lantai atas mall sampai ke lantai bawah mall? nah kalo itu saya masih bisa jawab,hehehehe..

Asumsikan saja orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya secara manual itu disebabkan oleh tekanan, tekanan yang bisa berasal dari mana saja, ekonomi, pekerjaan, asmara, endebra-endebre (meminjam istilah dll versi titiew), sehingga orang-orang itu berpandangan lebih baik mati saja daripada hidup menderita, daripada hidup miskin lebih baik mati, daripada tidak punya pekerjaan lebih baik mati, daripada ditolak dan tidak jadi pacar kamu lebih baik mati, hei sakit gigi jauuuhhh lebih sakit daripada sakit hati, percayalah!!!..jika anda sakit hati lalu bunuh diri tapi belum pernah merasakan sakit gigi, berarti anda lebih pecundang daripada teman saya yang udah pernah nembak 14 cewek dan sampai sekarang belum punya pacar, yang hingga sekarang riang gembira tanpa tendensi untuk bunuh diri mengumumkan sedang pdkt dengan target ke 15 nya. Saya sendiri sekarang tidak pernah berpikiran untuk mengakhiri kehidupan secara manual, biarkan nyawa diambil secara otomatis oleh yang punya otoritas. Walau saya belum lulus-lulus, walau lulus ipk saya sepertinya jauh dari syarat yang dibutuhkan untuk dapat kerja di perusahaan A, BUMN B, MNC C, atau PNS Dinas E, lapuk di kampus ga masalah, saya bahagia.

Kampus saya terletak di Jalan Ganesa Bandung. Terus terang saja nama Ganesa kadang membuat saya ingin tertawa, saya ingat waktu SMP dulu di depan gerbang sekolah ada pos ronda dan ada coretan piloks anak kampung sana bertuliskan huruf kapital besar-besar

"GANESA:GABUNGAN NENEK2 SAKTI"

Walaupun saya juga bingung lucunya sebelah mana, tapi saya tertawa, berarti ini ada yang lucu. Hal-hal kecil dan remeh kayak gini, yang kadang terjadi di setiap hidup kita, yang membuat saya tidak ikut-ikutan lompat bunuh diri dari atas mall yang sedang ngetrend saat ini, karena dunia ini ternyata lucu, setidaknya buat saya dan saya yakin masih banyak hal-hal kecil lain yang masih bisa ditertawakan di masa depan, dan itu membuat saya dengan tegas berkata "Say No to Suicide Attemp!".



Ancestors

Konon katanya, manusia diciptakan oleh Tuhan dengan banyak menuai protes dari berbagai macam makhluk non-manusia, ada yang keberatan karena merasa lebih berhak untuk menjadi pemimpin di Bumi daripada manusia, ada juga yang keberatan karena meragukan kredibilitas dan kompetensi manusia sebagai pemimpin. Ah tapi Tuhan punya rencana, manusia tetap diciptakan dan dijadikan pemimpin di muka Bumi. Lalu apa yang terjadi pada makhluk non manusia yang protes? Tentu saja Tuhan menghargai pendapat setiap makhluknya, ini menandakan semesta memang sudah demokratis dari asalnya,setiap makhluk bebas menyatakan pendapat dan menentukan sikap serta menerima konsekuensi dari pernyataan sikap dan pendapatnya itu, bahkan iblis yang menolak mentah-mentah dengan sombong tetap diberi ruang sebagai oposisi oleh Tuhan untuk membuat manusia menjauhi Tuhan, diberi fasilitas serta kesempatan untuk kegiatannya itu yakni Hidup abadi di dunia dan di neraka. Lalu mengapa Tuhan tidak membinasakan saja iblis sombong itu? Jika semesta memang sudah demokratris dari awalnya, keputusan Tuhan untuk iblis merupakan manifestasi dari hak setiap makhluk, setiap makhluk yang hidup memiliki hak untuk hidup, sesombong apapun makhluknya.

Lalu diciptakan Adam, manusia pertama dan lelaki pertama, lalu Hawa, manusia kedua dan wanita pertama. Kedua pasangan manusia itu hidup di taman yang indah, taman "Sagala Aya". Keduanya hidup senang dan bahagia di taman Tuhan sampai suatu hari iblis datang untuk melakukan kegiatan utamanya yaitu menjauhi manusia dari Tuhan, dengan menggoda satu-satunya pasangan manusia untuk melanggar larangan Tuhan yang kala itu cuma satu-satunya: Memakan buah terlarang. Tuhan murka karena Adam dan Hawa memakan buah terlarang, maka pasangan itu diusir dari taman Tuhan. Lalu mengapa Tuhan tidak membinasakan saja Adam-Hawa dan mengganti posisi manusia di Bumi dengan makhluk lain? Sekali lagi, ini karena setiap makhluk yang hidup memiliki hak untuk hidup, sejauh apapun makhluk itu dari Tuhannya.

Dan Adam-Hawa pun hidup dengan selamat di Bumi dengan segala kemampuan dan keterbatasan sebagai manusia, Hawa pun mengandung dan melahirkan anak-anak Adam, konon katanya, anak-anak Adam pertama, sebut saja Anak Adam Season 1 adalah kembar laki-laki dan perempuan, begitu juga dengan Anak Adam Season 2. Agar dapat mempertahankan supremasi dan eksistensi manusia sebagai pemimpin maka harus dilakukan duplikasi berupa reproduksi manusia. Dengan petunjuk Tuhan maka Adam mengawinkan anak-anak laki-laki dengan anak-anak perempuannya sendiri secara silang, laki-laki dari Season 1 dikawinkan dengan perempuan Season 2, dan sebaliknya. Mengapa kawin silang? Mungkin saja anak kembar memiliki sifat genetis yang sama, jika dikawinkan kembali dikhawatirkan tidak terjadi variasi makhluk hidup yang menguntungkan bagi distribusi individu dalam sebuah komunitas nantinya, mungkin saja visi Adam ke depan adalah pluralitas manusia yang tidak saja berbeda dari segi fisik, tapi tingkat intelenjensia, minat, bakat dan keahlian spesifik yang berbeda. Menyebabkan manusia yang satu memiliki kekurangan dan kelebihan yang berbeda dengan manusia lainnya. Sehingga manusia harus menutupi kekurangan dengan bantuan manusia lain yang memiliki kelebihan untuk mempertahankan komunitas manusia yang masih kecil saat itu hingga menjadi besar saat ini. Jika benar seperti itu maka ini adalah sistem sosial yang pertama kali dibangun, dan koreksi untuk Charles Darwin, bukan mereka yang kuat yang dapat mempertahankan hidup dari seleksi alam, tapi mereka yang bisa bekerja sama yang dapat lulus dari seleksi alam. Karena jelas jika dibandingkan Gajah atau harimau, manusia kalah kuat dan kalah garang. Jika tidak dengan kerja sama, maka saya yakin manusia tidak akan bisa membuat kebun binatang, tapi binatang yang akan membuat kebun manusia.

Singkat cerita, satu anak laki-laki Adam menolak dikawinkan, ini bukan karena dia menolak konsep perjodohan yang sekarang dianggap kuno, cerita Siti Nurbaya belum ada waktu itu. Dia menolak dijodohkan dengan perempuan yang ditunjuk Adam untuk dikawininya, dia ingin dikawinkan dengan perempuan satu lagi yang sudah dijodohkan dengan anak laki-laki Adam yang lain. Mungkin ini adalah protes kedua setelah iblis protes pada Tuhan, maka jika semesta sudah demokratis dari awalnya, anak Adam diberi kesempatan untuk menyatakan pendapat, akan tetapi keputusan tidak bisa dirubah karena ini keputusan Tuhan. Maka Adam pun mencoba meloby Tuhan agar diberi petunjuk supaya dibuka secara terang benderang dan selebar-lebarnya siapa dijodohkan dengan siapa. Maka Tuhan menyuruh Adam agar anak-anaknya berkorban untukNya, barang siapa yang korbannya diterima dialah yang berhak mengawini anak perempuan yang diperebutkan oleh anak laki-laki Adam. Jadi inilah kompetisi pertama di Bumi, sayembara memperebutkan pasangan hidup. Jauh lebih lama dari Piala Dunia, jauh lebih kuno daripada Take Him/Her Out. Singkat cerita anak laki-laki yang tidak protes menyerahkan korban berupa binatang ternak yang gemuk, sayur mayur yang segar, buah-buahan terbaik, semuanya itu dari kerja keras menggarap kebun dan menggembalakan binatang ternak dan tidak lupa berdoa kepada Tuhan agar panen tidak gagal. Sedangkan anak laki-laki yang protes hanya mengorbankan sayuran seadanya, bahkan beberapa ada yang sudah busuk. Jelas Tuhan menerima korban anak laki-laki Adam yang tidak protes karena memang dia yang memberikan segala dari miliknya yang terbaik dengan usaha dan doa, pantaslah jika menang He was Simply The Best.

Anak laki-laki Adam yang protes tetap tidak menerima kekalahannya dan ngotot untuk dikawinkan dengan anak perempuan yang sudah jelas dari hasil pertandingan yang jurinya sendiri adalah Tuhan, berhak untuk dikawinkan dengan anak laki-laki yang tidak protes. Karena sudah emosi dan gelap mata ditambah adanya kegiatan iblis maka anak laki-laki yang protes ini membunuh anak laki-laki yang tidak protes. Dan inilah pertama kali darah manusia tumpah oleh manusia, The First Blood.

Setelah sadar telah membunuh saudara kandungnya, dia panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Konon katanya, Tuhan mengirimkan padanya dua burung gagak yang satu mati dan satu lagi hidup, gagak yang hidup menggali tanah dan mengubur gagak yang mati. Terinspirasi dari gagak, ia mengubur saudara kandungnya lalu kabur karena takut Adam tahu dan murka. Lalu mengapa Tuhan tidak membinasakan anak Adam yang membunuh saudara kandungnya itu? Sudah jelas, karena setiap makhluk hidup berhak untuk hidup, ....sampai Tuhan mencabut hak hidup makhluknya untuk dimatikan, sejahat apapun kelakuannya.

Kisah Manusia-manusia pertama di Bumi ini jelas bukan versi yang valid, tidak ada kutipan kitab suci, tidak ada sumber sejarah yang jelas, oleh karenanya banyak diawali dengan "Konon katanya...",ah tetapi ini yang sedikit saya pahami dari segala versi cerita tentang manusia pertama, tentang Adam dan Penciptanya yang demokratis, tentang anak-anak Adam yang bekerja sama, tentang anak-anak Adam yang berkompetisi, tentang anak-anak Adam yang bekerja keras, tentang anak-anak Adam yang berkonflik, tentang anak-anak Adam yang humanis dan sangat manusia.





Minggu, 01 November 2009

Warisan Masa Lalu

Awalnya biasa saja...Kita berburu gajah purba, babi, dan rusa, kadang kita melaut berburu paus dan mencari kerang, sambil tidak lupa menanam sayuran dan anggur. Kita makan buruan kita, lalu sisakan sedikit untuk dewa, jika ada wabah atau bencana, berarti dewa ingin yang lebih, oleh karena itu sisakan lebih banyak untuk dewa, bila perlu korbankan satu dua penduduk kita untuk nya. Adakan pesta untuknya, kita makan, mabuk, dan pesta satu desa, anggap saja itu ritual, syukuran rasa syukur kita pada dewa..Oh, inilah dunia kita, isinya makan, pesta, dan menyembah dewa..

Lalu jumlah kita semakin banyak, dan kita masih suka berburu untuk makan. Lihat ini terlalu banyak orang yang ikutan berburu sekarang, menyebabkan binatang buruan kita takut dan sulit dikejar karena ngeri melihat jumlah kita semakin banyak. Maka dari itu, kita sebagian dari pemburu sepakat untuk tidak usah berburu lagi, menyebabkan kita menganggur. Mungkin inilah pengangguran pertama di dunia. Ah tapi tak apa, lihat itu kebun-kebun kita kekeringan karena kemarau, ada baiknya kita pengangguran ini mengurusnya, kita buat agar tanaman tidak kekeringan, kita pindahkan air dari hulu sungai ke kebun dengan pohon-pohon yang dilubangi dasar dan pucuknya. Tidak lupa kita atur air yang akan mengalir dengan cara menahannya, kita sebut saja penahan ini bendungan.. Oh lihat kebun kita kembali segar, tanaman, buah-buahan, dan sayuran tumbuh subur, membuat desa sebelah bertanya-tanya kenapa kebun kita tumbuh dan subur di saat musim kering ini. Selintingan sering terdengar "Kamu jadi iri ga sih? ngeliat desa sebelah kebunnya segar".. Karena itu kita sebut cara kita mengairi kebun ini dengan istilah irigasi.

Awalnya biasa saja...Kita berburu, ditambah bertani, karena sekarang kita bisa menanam apa saja disebabkan kebun-kebun kita yang selalu segar sepanjang musim. Lalu tanpa disadari jumlah kita semakin banyak, desa ini semakin ramai dan padat karena banyaknya manusia yang lahir dan datang ke sini. Para pendatang itu tidak datang untuk pergi, tapi datang untuk menetap, menyebabkan harus ada gubuk-gubuk baru tempat mereka tinggal. Oleh karena itu kita sepakat untuk memperluas daerah hunian, kita babat hutan, kita tebangi pohon-pohonnya untuk dijadikan bahan membuat gubuk, dan "terereng-tereng!" gubuk-gubuk baru siap untuk dihuni.

Tapi lihat itu sekarang ada segerombolan tikus yang datang ke kebun, menggerogoti tanaman dan buah-buahan. Dari mana tikus-tikus itu? tentu saja dari hutan, karena hutan tempat mereka tinggal dan mencari makan sudah kita babat habis, sekarang mereka tinggal dan makan di kebun kita. Lalu beberapa orang dari penduduk desa berinisiatif untuk mengusirnya, mereka mulai berburu tikus di hutan, sebagian ada yang dimakan dan sebagian dibakar. Cara ini efektif dalam hal penanggulangan tikus di kebun, cara ini tergolong brilian pada masanya. Oleh orang-orang desa cara ini disebut politik, poli artinya banyak dan tik untuk tikus. Kelak anak cucu kami menggunakan istilah ini tidak hanya untuk menguasai tikus di kebun tapi untuk menguasai desa, negara, dan sesama. Dan orang yang mempraktekan politik disebut politikus, mungkin untuk menghargai tikus yang mereka buru di masa lalu, dan taktik buru, bukar, bunuh, atau 3B pada tikus, di masa depan sudah tidak ada, atau masih mungkin tetap ada namun dilakukan dengan cara yang halus. Membuat istilah politik berubah menjadi poli untuk banyak dan tik untuk taktik.

Selasa, 18 Agustus 2009

Disc Dalam Celana Compact

Kemarin saya install iTunes di Laptop, lalu kemudian saya rip itu semua CD audio yang saya punya, saya bandingkan dengan yang sudah ada di harddisk dengan yang barusan saya rip. Yang sudah ada di hardisk itu format mp3 semua, sedangkan yang dari CD, saya rip ke format mp3 256 kbps. Hasilnya? ternyata kalo ngerip dari CD asli kualitasnya jauh, jauh lebih bagus. Saya kurang tahu istilah teknis nya apa untuk file-file audio yang kualitas bagus, ada yang bilang high fidelity atau dynamics range, ntah lah itu jenis binatang melata apa, yang saya tau, dua istilah itu dipakai dalam istilah audio, khususnya di jaman teknik rekaman digital ini, di mana musik dan suara bisa dimanipulasi dengan mudah dengan software, tinggal klik sana klik sini, jadi deh sa album, dan membuat suara penyanyi yang biasa aja jadi luar biasa.

Setahu saya, mp3 itu dihasilkan dari file audio yang dikompres di sana-sini, yang dikompres apanya saya juga ga tau, mungkin kepalanya, kaya orang yang lagi demam.. Tapi setelah saya perhatikan dan coba bedakan, ini menurut telinga saya loh ya.. Suara dari mp3 itu datar, maksudnya datar disini, semua instrumen dan bunyi dalam sebuah lagu dalam satu file mp3 memiliki intensitas yang cenderung sama (ini saya tidak pakai equalizer di iTunes), mungkin saja dalam proses compressing itu intensitas yang kecil dalam sebuah file akan dikuatkan sampai batas tertentu, kemudian intensitas suara yang besar dilemahkan sampai relatif sama dengan frekuensi yang kecil dan sudah dikuatkan itu. Lalu kemudian digabung dan perbedaan setiap frekuensi itu di potong sedikit, agar volumenya stabil hasil proses sebelumnya itu kemudian dikuatkan bersama-sama, maka jadilah sebuah file audio berukuran kecil dan bersuara keras, ya seperti murid pintar yang sekelas dengan murid tidak pintar, yang pintar kasih contekan saat ujian pada yang tidak pintar, lalu kedua nya lulus bersama-sama, hahahaa..

Lalu saya bandingkan dengan CD audio asli yang saya dengar, ini ada perbedaan, selain suaranya jernih perbedaan intensitas dan frekuensi instrumen yang dihasilkan juga berbeda, ada suara instrumen yang memang tidak keras dan tetap begitu sampai akhir lagu, ada juga suara instrumen yang mendominasi. Itu menurut saya kedengarannya enak dan bagus, coba saja jika ada CD Kangen Band, band yang katanya ga bagus itu, asal original saya pasti mau coba dengar, karena kalau proses mixing nya bagus, ada perbedaan mana instrumen yang harus dikeraskan mana yang tidak, sehingga setiap bagian dari lagu itu terbedakan dengan baik, misalnya antara verse dan reffrain, maka saya pikir itu hasil rekaman yang berkualitas.

Contoh kasus ini saya coba dengarkan Arctic Monkeys yang album pertama, dalam format mp3 terus terang saya bosan saat album ini hanya berjalan 3 track, komentar saya :"Membosankan dan Berisik !" Nah saya bandingkan dengan Testify nya RATM dari CD original The Battle of Los Angeles, yang saya dengar bagus, ini tidak membosan kan, walau sama-sama berisik, ada perbedaan intensitas di setiap bagian lagunya, setiap bagian seperti verse, reff, dan interlude terdefinisikan dengan jelas dengan pengaturan intensitas yang baik. Jadi saya pikir CD original memang benar-benar menjual sebuah "lagu", bukan hanya sebuah "file audio".

Yah memang sih CD original itu mahal, kebanyakan sekarang para pendengar muda lebih memilih yang gratisan seperti download di internet atau beli mp3 bajakan, sah-sah saja kalau kata saya sih, saya juga sering download mp3, dan tidak pernah merasa berdosa, hahahaha.. Namun ada beberapa CD original yang saya beli, karena mungkin nanti di masa depan, CD original akan jadi barang langka, colectable dan profitable, dan dari beberapa itu ada yang hasil rekamannya yang menurut saya bagus, nih contoh nya

Eric Clapton-Complete Clapton (2 CD)


Menurut saya CD Eric Clapton yang ini bisa dibilang paling bagus mutu sound nya, dari semua CD yang saya punya, yang penyanyi orang luar negeri. CD yang isinya hampir semua keseluruhan dari karier Eric Clapton (kecuali waktu di The Yardbirds). Mulai dari saat masih bergabung Cream, Blind Faith, Derek & The Dominos, jadi soloist, dan ada satu lagu duet bareng B.B King, si raja blues. Dari keseluruhan lagu di sini yang saya dapat adalah aspek historis musikalitas Eric Clapton, Saya dengar setiap track dalam album ini berbeda-beda, tergantung dari band pengiringnya, proses mixing dari band jadul macam Cream sampai lagu Eric Clapton yang baru-baru kaya My Father Eye semuanya ngegambarin aspek historis musik dimana Clapton memainkan musik itu. Misalnya di track-track yang dibawakan Cream bener-bener kentara Blues jaman dulu, ada sedikit nuansa hippies disitu, terus ada juga nuansa New Wave 80 an di track-track kaya Bad Love dan Pretending, dan akustik 90 an yang ngetren lewat MTV Unplugged di Layla dan Tears In Heaven. Overall, si produser album ini benar-benar mendeskripsikan Clapton dengan baik secara historis, proses mixing modern tapi sound nya tetap pada zamannya, tanpa kehilangan kualitas, nuansa dan kejernihan suara, walau pun itu lagu udah ada di jaman saya belum ada.

The Trees and The Wild - Rasuk


Nah, kalo CD artis lokal, menurut saya The Trees and The Wild adalah juaranya, sampai sekarang. Awalnya saya kira ini band kaya Homogenic, band indie yang beraliran elektonika, dustak-dustak gitulah bunyinya. Ternyata bukan, ini band mengusung musik apa juga saya kurang tahu, yang pasti itu shoegaze di awal-awal track, lalu terdengar seperti King of Convenience dicampur dengan suara John Mayer di tengah, dan track terakhir-akhir seperti The Cardigans bersuara jantan. Tapi saya suka, sounds are very clean, sedikit distorsi, banyak suara gitar akustik, dan ada string section nya, ga ketebak, bahkan ada irama keroncong jawa, di track berjudul Our Roots, mungkin ini akar kesenian dan budaya mereka. Denger album ini saya merasa teduh dan damain, kaya di bawah pohon di tengah hutan belantara, seperti nama bandnya. Overall, album ini bagus, jernih, jarang hasil rekaman lokal, apalagi indie yang sejernih dan "seteduh" ini.



Senin, 10 Agustus 2009

Nocturnalistic

Ini bukan karena saya keturunan kalong wewe atau wewe gombel, bukan pula sedang menjaga lilin babi ngepet, atau jadi babi ngepet nya. Saya kira begadang saya terlalu remeh jika untuk diisi dengan kegiatan seperti itu. Ini karena saya merasakan bahwa malam hari lebih menyenangkan dibanding kan siang, karena malam hari begitu sepi. Sesuatu yang tidak saya dapat di siang hari. Malam itu sejuk, ada dingin yang menusuk, dan sedikit kemirisan..saya suka yang miris, bukan yang mistis.


Malam adalah sebuah kata paliendrom, seperti katak, kodok, atau sebuah nama seperti Kasur Nababan Rusak. Di malam hari Matahari tak terlihat, mungkin malu, atau tidak mau di ekspos karena mungkin saja dia merasa dieksplotasi sehingga tidak muncul di malam hari. Maka sebagai gantinya muncul Bulan. Bulan suka ikut-ikutan Matahari, sok-sok an memancarkan cahaya padahal pinjam sama Matahari. Sebagai akibatnya Bulan kena karma, Kekuatannya dipinjam juga sama Sailor Moon, ''Dengan kekuatan Bulan, akan menghukum mu!!" begitu katanya


Dan di malam ini saya belum tidur juga, konon katanya, kalo suka begadang dan bangun siang-siang maka akan jauh dari rejeki, tapi mitos ini sudah saya confirm ke maling, satpam kompleks, babi ngepet, dukun santet, waria, wts, kalong, nyamuk, dan makhluk nocturnal lainnya bahwa mitos ini hanya berlaku lokal, karena masih ada anggota himpunan makhluk hidup yang justru produktif di malam hari. Subhanallah Luar Biasa.. Tapi ini saya bukan karena sedang produktif atau sedang sok puitis, walau sebenarnya ini bukanla puisi, ini sedang dalam rangka bulan Ramadhan, saya menunggu sahur. Lebih baik tidak tidur daripada tidak sahur.





Kamis, 23 Juli 2009

Seolah-olah

Hmmm..ini tentang saya yang bercakap-cakap dengan Albert Einstein di dalam mushola dekat kompleks rumah saya. Konon katanya Albert Einstein diculik oleh seseorang dari masa depan bernama John Titor, yang tujuanya untuk memperbaiki mesin waktu yang rusak. Dia beristirahat di tahun 2009 karena John Titor harus kembali ke tahun 1975 untuk mencari komputer IBM yang mengandung bugs. Albert Einstein di tinggal disini dulu sambil nunggu John Titor pulang. Konon katanya Albert Einstein ini orang pintar. Sialnya, dia nyasar ke Indonesia, harusnya ada di Jerman untuk packing barang-barang dan kabur ke USA, waktu itu masih zamannya Nazi Jerman, dia sedang dikejar-kejar, dikejar bukan karena dia pintar, ini dikarenakan dia keturunan Semit.



Jadi sore itu saya habis pulang beli rokok, melewati mushola dan saya lihat itu ada orang bingung sedang duduk di dekat mimbar, saya masuk dan saya ajak kenalan.

Gilang (G)
: Assalamualaikum!
Einstein (E): Waalaikum shalom! (shalom ini mungkin bahasa Ibrani untuk salam)

Dia mengaku Albert Einstein. Agak kaget saya mendengarnya, tapi memang mirip, ya sudah saya pura-pura cool aja meladeninya, saya ajak dia ke teras mushola biar lebih asyik ngomongnya, tidak lupa beli gorengan dan kopi dua gelas agar semakin intim. Kira-kira begini obrolannya:


G: Silahkan ini gorengan dan kopi nya dicicipi dulu, ini asli indonesia loh oom albert, pasti anda belum pernah kan..abisin aja oom, dari mukanya kaya nya laper banget..

E: Oh..Twhank ywu, thwis iws vwery dweliciowus..

G:Ya elah oom, itu telen dulu lah makananya, kalo ngomong sambil makan ga jelas kedengerannya

E: Oh..iya punten pisan ini teh, saya lapar banget soalnya, dari perang dunia ke 2 sampai hari ini belum makan apa-apa, punten pisan nih, jadi malu saya udah ngerepotin..

G:(..ini orang jerman apa orang Ciamis sih, logatnya familiar..) Oh, iya ga apa apa oom, saya seneng malah ketemu oom disini, jarang-jarang saya mah ketemu orang pinter. Di sini orang pinter tau nya dukun sih oom, ga ada orang pinter beneran kaya oom albert.

E:What?? apa itu dukun..di Jerman orang pinter itu biasanya ilmuwan, dosen, guru, dan gestapo, tak pernah saya dengar itu dukun, apa itu dukun?

G: Wah oom, yang pasti dukun itu ga sepintar oom atau orang-orang yang udah oom sebutin tadi, tapi saya jamin oom, dukun itu lebih sakti daripada oom.

E: Wow!! lebih sakti daripada Gestapo?

G: Kayaknya sih gitu oom, bedanya Gestapo suka culik dan bantai Yahudi, tapi dukun ga suka kaya gitu Oom. tergantung orderan sih, kalo ada yang bayar mahal buat bunuh Oom, saya ga jamin oom aman.

E: (diam..)

G: Oom Albert kok diam? takut sama dukun?

E: Oh, no...ini saya kebelet, tadi makan cabe rawit nya kebanyakan..WC dimana ya?

G: Oh, kirain takut disantet..itu di belakang, deket bedug, belok kiri..jangan lupa di siram Oo
m, walau bagaimana pun ini mushola, kasian yang mau ibadah ntar mencium bau2 ga enak, ga konsen solatnya..
E: Okey!..saya tau kok, walau beda agama saya menjunjung tinggi toleransi..

Kira-kira 15 menit Albert Einstein ke WC lalu kemudian dia kembali ke teras.

E: Dik Gilang, ini saya ada di mana sebenarnya? tahun berapa ini?

G: Ini Indonesia Oom, waktu jaman oom emang belum ada, masih dijajah Jepang, mungkin Hindia Belanda Oom pernah dengar? Nah itu nama negara kami sebelum merdeka..ini tahun 2009.

E: Ohh, ya iya saya pernah dengar, pantas agak panas disini, daerah tropis rupanya..hmm..jadi sekarang tahun 2009 ya, sesuai dengan perhitungan saya. kecepatan mesin (bla..bla...gw lupa berapa)..energi yang diperlukan (bla..bla..gw juga lupa) jika dimasukan faktor relativistik maka dengan demikian dilasi waktunya akan menjadi (bla..bla...) ya tepat, kalo begitu soal waktu mesin ini sudah bisa mencapai koordinatnya dengan tepat, masalahnya tinggal koordinat ruang, masih suka nyasar nih mesin.

G: Kenapa itu Oom kira-kira?

E: Itulah yang saya masih bingung, kalo secara teoritis sih perhitungan saya tepat. Masalahnya saya bukan orang teknik saya ini fisika teoritis, ga ngerti saya masalah mesin, makanya saya bingung kok saya yang dibawa-bawa buat ngurusin ini mesin.

G: Mungkin oom dibawa buat konseptor kali, pimpro gitu lah, yang ngerjain mah tetep orang-orang yang tau mesin.

E:Bisa jadi sih, yah apa pun lah..saya bersyukur pada Yahweh yang menyelamatkan saya dari kejaran Nazi sehingga terdampar disini bertemu anda. Jadi dik Gilang, apa yang terjadi selama rentang waktu perang dunia 2 sampai tahun 2009 ini?

G: Jadi nanti itu Nazi akan kalah, Hitler mati bunuh diri di bunker nya. Manusia bisa mengendalikan reaksi fisi berantai, dan Bom Atom pertama diledakkan tentara Amerika di Hiroshima dan Nagasaki, ribuan orang mati, dan radiasinya masih berbahaya hingga sekarang.

E:What? They really did it? Oh, poor japanesse, saya harus mengirim surat susulan agar Amerika menggagalkan proyek pengayaan Uranium nya, saya tidak mengira mereka akan berbuat sejauh itu.

G:Bijimana caranye?? Pan yang jemputnya belon dateng oom..di sini mah tukang pos juga udah jarang dateng, ini ada ponsel tapi kan jaman oom belon ada handphone mah..

E:Hmmm..yes it's hard..sesulit saya menerima teori kuantum yang diajukan Niels Bohr dan kawan-kawan, terlalu sulit untuk saya terima, untuk saya yang melihat teori kuantum sebagai teori yang merepresentasikan hal yang paling fundamental di alam, ini menyangkut keimanan saya dik..

G: Kenapa Oom Albert? karena sifat teori kuantum yang probabilistik? atau karena Oom Albert tidak menyumbang terlalu banyak dalam perkembangan teorinya sehingga Oom Alber belum memahami sepenuhnya?

E:Hmm..ya mungkin seperti itu, namun saya menghargai usaha Dirac dalam menggabungkan teori relativitas khusus dan teori kuantum dalam satu teori, quantum electrodynamics, itu langkah brilian..Namun ini masalah penerimaan, masalah penyikapan, dan karenanya subjektif, sudah keluar dari koridor objektifitas keilmuan itu sendiri, ini saya seperti Paus dan para peneliti kuantum itu adalah Galileo, sudah tau benar, namun masih belum mau menerima. Tapi alasan saya tidak seektrim Paus waktu itu, saya tidak mengecap para ahli fisika kuantum itu heretics.

G:Ya, jika anda mengecap mereka heretics maka anda pun heretics. Karena pada tahun 2009 ini anda masuk ke dalam jajaran ilmuwan fisika kuantum juga, anda kan yang berhasil memecahkan persoalan efek fotolistrik dengan menganggap foton adalah kuanta dari cahaya, itu sama dengan apa yang dilakukan Planck dalam radiasi benda hitamnya, itu juga dasar yang sama yang digunakan Bohr dalam menjelaskan model Atom nya. Anda tidak bisa menolak begitu saja Oom Albert.

E:Fiuhh...ya begitulah, lagi-lagi saya tidak menyadari efeknya secara jauh, apalagi efek ini sampai merasuk ke dalam sisi-sisi religi. Tuhan memang tidak bermain dadu, mungkin saja dia main Kartu..Terkadang persepsi dan indera kita menipu kita sendiri..Apa lah artinya gelap dan terang? Apa artinya lama dan sebentar? Apa lah artinya benci dan cinta? Itu semua persepi yang dibentuk oleh kita sendiri, yang menyebabkan kita terjebak di dalamnya, pengkotak-kotakan seperti itu membuat kita sulit menerima sesuatu yang diluar akal sehat kita, walaupun sebenernya itulah kenyataan paling objektif yang kita ukur, memang susah keluar dari kotak, walaupun kotak itu ciptaan kita sendiri.. Dan manusia di dunia ini lebih suka hidup senang daripada hidup jujur. Terkadang kejujuran tidak selalu mendatangkan kesenangan.. Lalu ceritakan lah apa lagi yang terjadi selama rentang waktu itu? Apa yang terjadi dengan orang-orang Yahudi setelah Nazi menyerah?

G:Setelah Jerman menyerah, negara tempat anda lahir ini akan terpecah dua, bagian barat adalah negara federal, bagian timur adalah negara sosialis, namun di awal 90'an dua negara ini bersatu kembali. Dan bangsa mu, bangsa Yahudi ini akan mendirikan negara di tanah yang di janjikan.

E: Tanah yang dijanjikan?? do you mean Yerussalem?

G: Ya, Israel namanya ..dan bangsa mu bertindak lebih keji kepada penduduk lokal daripada apa yang dilakukan Nazi pada bangsa mu. Perbuatan mu membuat beberapa umat muslim di dunia ini semakin membenci bangsa Yahudi.

E: Termasuk anda?anda membenci Yahudi dan saya?

G: Tidak, saya tidak membenci bangsa anda, apalagi anda. Saya hanya menyalahkan metode yang dipakai Israel dalam memecahkan masalah ini. Lagi pula saya sendiri tidak paham, Yahudi itu sebuah Bangsa atau sebuah Agama? Dan lebih daripada itu, saya jika tidak tahu apakah orang-orang palestina suka terhadap simpati dari bangsa-bangsa beragama Islam lainnya. Saya yang hidup di zaman modern ini sama tidak tahunya dengan anda yang hidup di zaman perang.

E: Ya, anda pasifist seperti saya, saya pun seperti itu, sulit membedakan mana agama dan mana bangsa, Yahudi sebagai agama sudah ada sejak jaman Musa, ada juga Yahudi negro, ada juga Yahudi swedia, Yahudi Jerman, Yahudi Slavia, lambat laun karena diaspora ini agama kami semakin berbaur dengan tradisi lokal, sulit membedakan mana yang dogmatis mana yang mitos, tanah perjanjian pun mungkin dogma, mungkin saja mitos. Sekali lagi ini masalah persepsi, dan dunia yang kita lihat ini adalah tipuan indera dan persepi belaka.

G: Hmmm...jadi anda tidak meyakini adanya sesuatu yang absolut? (mentang-mentang yang bikin teori relatifitas kali ya)

E: Huh?..siapa bilang, justru karena saya tahu mana yang relatif maka saya bisa mengerti apa yang absolut, itulah tugas saya sebagai seorang fisikawan, mencari sesuatu yang absolut, yang mengatur semuanya, menentukan awalnya dan memprediksi akhirnya, itu mengasyikan walau melelahkan. Saya yakin suatu saat nanti akan ada sebuah teori yang absolut, yang menjelaskan semua fenomena fisika dalam satu teori saja, The Grand Unified Theory.

G: ya...usaha kesana sudah banyak dilakukan, banyak penemuan-penemuan yang penting selama perjalanan waktu anda, yang kesemuanya diharapkan bermuara di Grand Unified Theory, tahun 1965 Feynmann berhasil menyatukan electromagnetic dan quantum electrodynamics, lalu superkonduktor ditemukan, semikonduktor diperbanyak dan ukurannya diperkecil, sehingga dapat dibangun pemercepat partikel untuk menemukan struktur sub atomik dari atom. Tahukah anda oom Einstein, partikel terkecil penyusun atom bukan hanya elektron, tapi quarck, itu ditemukan dipenghujung abad 20. Kendala yang ada sekarang adalah penyatuan teori-teori kuantum, relativitas, dengan gravitasi. Gravitasi masih misteri hingga kini. Dan Black Hole yang anda prediksi dari relativitas umum juga terdeteksi oleh berkat usaha Stephen Hawking, seorang jenius seperti anda juga.

E: Wow!!!..coba ceritakan lebih banyak lagi tentang semua itu!

Dan saya pun ngobrol lama dengan Albert Einstein, tentang Fisika, tentang pandangan hidup, tentang politik, tentang hobby sampai tentang komputer rumahan yang pada kala Einstein itu masih digunakan pihak militer dan ukurannya pun sebesar gudang beras. Dan malam pun turun, menggantikan senja merah menjadi gulita yang tetap hangat, karena secangkir kopi dan gorengan, serta Einstein di sebelah saya.

Lalu kemudian, tanpa diduga sebuah mesin seukuran mobil sedan ford mendarat di pelataran mushola, pintunya terbuka dan muncul lah sesosok pria Kaukasus berpakaian tentara Amerika bersama 3 orang pria yang tampak familiar wajahnya. Pria berbaju tentara menhampiri saya dan Einstein yang sedang duduk. Pria itu melakukan hormat di depan kami, saya pun hormat balik, macam inspekur upacara dan pengisi pidato waktu upacara sekolah, tadi saya pengen bilang, "tanpa penghormatan, bubar jalaan!"..tapi ga jadi, takut ga ngerti, baris Indonesia sama baris Amerika mungkin perintahnya beda-beda. Lalu singkat kata dia menjulurkan tangan.

John Titor (T): John Titor, (bla..bla..US Army, pangkatnya lupa gw..) at your service,sir!
G: Gilang..apa nya yang mau diservice? ga ada yang rusak tuh pak?
T:Basa basi cuy, ini udah SOP ga bisa ngga..
G:Oh, gitu..orang US tau juga basa basi..mau jemput Einstein yah?
T:iya ini udah telat nih..kita perlu banget soalnya..Oh iya ini kenalin teman-teman saya

Saya pun berkenalan dengan mereka, yang satu berpenampilan necis, rapi, memakai jas dan berdasi, dia John F Kennedy, presiden Amerika yang ditembak, beruntung dia diculik pas masih hidup. Yang satu lagi namanya John Connor, pemimpin Resistance, pejuang melawan Terminator dan mesin, emang beneran ada ya? Oh ya udah ga ada juga ga apa apa, ga ada salahnya kenalan sama orang baru. Dan terakhir, yah ini mah John[ny] Greenwood, ga salah lagi sering liat di YouTube, ini gitarisnya Radiohead..hmmm kok dia ngikut sih?kenapa Thom Yorke ga di ajak sekalian yah...

G: Mas Titor kok ini bawa orang namanya ada John nya semua
T: Iya, emang nanti saya rencananya mau bikin band sesampai di tahun 2035, nama bandnya belum saya tentukan, kemungkinan The John's, atau The Hoax namanya, alirannya electronic new wave gitu deh, di campur sama jazz dan sedikti blues, tema lirik-liriknya tentang politik, kita mau nyampurin antara RATM, Radiohead, BB King, dan Mansyur S. Ya doakan saja semoga proses rekaman lancar. Nanti anda saya beri, gratis. Karena sudah menemani Mr. Albert Einstein sampai malam-malam begini.

G: (aneh banget nih orang seleranya...)...Ohh, oke deh semoga lancar ya mas Titor, itu kalo rekaman udah jadi kirim aja ke saya via Rapidshare aja mas, kalo bisa, biar gampang unduhnya

T: Sip lah, oke sampai ketemu lagi deh, o iya nanti kita mau promo juga di Indonesia, anda diharapkan kedatangannya. Ya sudah, ayo Mr.Albert kita berengkew sekarang juga.

Setelah bersalaman dan berpelukan dengan saya Einstein pun berjalan ke dalam mesin, melambaikan tangan dan tidak lupa bilang "Shalom!"..

lalu ZAPP!!! Mesin itu hilang begitu saja..

Malam yang aneh, mari kita tutup dengan sebatang garpit agar terlihat normal seperti malam2 sebelumnya.














Rabu, 22 Juli 2009

Kurt Koban-Kobin

Wah ini saya malam-malam kembali berselancar di atas lautan data, yang disatukan dalam matriks dan algorithma, melewati bit-bit aliran sinyal, terhempas badai bandwith, berkali-kali terombang ambing dalam request error, terdampar karena address not found, namun semua itu tak kan ada artinya tanpa power supply. Ya ini saya dalam dunia maya, ikut menggunakan teknologi yang dinamakan internet.

Dunia sudah maju, itu kata koran, era informasi kata penyiar televisi. Tapi lihat itu saya malam-malam begini masih menikmati indahnya masa lalu, memandang ke belakang dalam suara Morrisey dalam Head Master Rituals, terpejam dalam petikan gitar Eric Clapton di Layla, sesekali berteriak lewat gertakan Kurt Cobain dalam Smell Like Then Spirit, melewati batasan sendiri bersama Jimmie Hendrix melalui Voodoo Child, lalu pergi dengan acuh bersama Bob Dylan di Like a Rolling Stone, duduk dan mulai mengalami hal-hal transendent ditemani Bob Marley and The Wailers dalam Redemption Songs, sesekali David Bowie datang menawarkan efek kosmik dalam Ziggy Stardust. Dan kemudian terbaring terucap syukur dalam alunan suara Bono. One life, we're not the same, we got to carry each others, carry each others.. Ini tahun 2009, sampai kini belum ditemukan mesin waktu, tapi atmosfer tahun 90, 80, 70, 60 masih bisa terasa salah satunya berkat internet.

Dengan bantuan internet ini saya kembali berjumpa dengan mereka, ikut meramaikan folder mp3 saya yang bergiga-giga banyaknya. Ikut menyadarkan saya bahwa mereka adalah pemusik, yakni orang atau sekumpulan orang yang bermain musik, bukan dewa bukan pula Tuhan, oleh karenanya tak perlu mereka disembah, atau berharap wangsit saat ke makamnya, karena saya yakin bukan itu yang mereka ingin saat satu dari mereka mati, mereka hanya ingin didengar ,dipuji dan dicerca karena musik. Walau tak jarang apa yang mereka bawa dalam musik mereka membawa banyak perubahan dalam kehidupan dan wajah dunia pada umunya.

Lihat itu Kurt Cobain, pria berambut gondrong pirang asal Seatle. Alih-alih bermain gitar dengan skill tinggi, dia menghidupkan semua distorsi dan mencabiknya dengan buas. Menganggukan kepala dan di akhir pertunjukkan dia hancurkan gitar. Kasar? Tidak menurut saya. Kurt Cobain buat saya adalah satu dari banyak orang yang marah dengan cara yang elegan, saat orang lain harus merusak pita suaranya sendiri untuk bersuara serak, dia sudah punya itu tanpa merusak apa-apa untuk hanya sekedar terdengar marah, marah karena dia memang merasa marah, dan amarahnya ada di musiknya, dan gitar yang dihancurkan adalah tambahannya.

Ini lah Cobain yang saat itu datang dimana pemusik tampil rapih dan necis. Dia muncul dengan rambut panjang kusut, sedikit brewok dan celana sobek ditambah flanel belel. Itu Cobain yang di akhir karirnya bermain akustik di salah satu stasiun televisi, masih gondrong dan dekil, dalam alunan akustik marah itu masih ada, distorsi itu tetap terasa, bias namun dalam..Itu Cobain yang akhirnya ditemukan tewas dengan kepala berlumuran darah dan sebuah peluru bersarang di dalamnya, ditemukan senjata, diduga bunuh diri, atau diri dibunuh..apa pun itu Cobain, adalah hak mu untuk hidup semau mu, adalah kehendak mu untuk mengakhiri hidupmu, saya cuma penggemar, yang ternyata sadar jika saja kamu hidup hari ini saya sangsi kamu masih bisa marah sekeren itu.

I'm the one who like all your pretty songs
and I like to sing along..
but I don't like to shoot my gun
and i don't know what it's mean

-Cut Kobain, in blo'on

Senin, 20 Juli 2009

Today is Yours

Oh, ini bulan Juli lagi-lagi wisuda, wisuda Juli 2009. Itu dinamakan begitu karena wisuda diadakan di bulan Juli tahun 2009. Sengaja tidak pake tanggal, soal ini tanyakan saja pada bapak-bapak dan ibu-ibu di gedung seberang sana, namanya gedung Annex, tempat bapak-bapak dan ibu-ibu punya kuasa di kampus saya. Dan setiap wisudanya selalu terpampang baligo besar-besar di depan gerbang depan kampus saya dari Liga Film Mahasiswa bertuliskan:

"TODAY IS YOURS"



itu baligo ada di kiri, harusnya "Today is not really Yours"

menandakan hari wisuda adalah hari kamu semua, wahai wisudawan/wisudawati. Menyatakan kesan dan perayaan yang menggelora dalam jiwa ketika terbebaskan dari status mahasiswa menjadi manusia baru dalam status sarjana. Ini seharusnya hari kamu berbahagia dan yang lain pun sama halnya dengan kamu. Because Today is Yours, you and your friends, you and your family, you and you and you and you should celebrate the day..

sepi


sepi juga..

Ini mungkin saja cuma sekali seumur hidup, keluar dari kampus lewat jalan "baik-baik" di Sabuga, keluar dari kampus karena memang sudah selesai masa kuliahnya. Bukan keluar karena terpaksa keluar, kalo itu tidak lewat Sabuga, mungkin lewat gedung Annex tadi. Dan wisuda edisi Juli 2009 ini ada yang berbeda. Kali ini tidak ada arak-arakan, tidak ada rame-rame di kampus, tidak ada anak-anak ITB bikin macet jalan Ganesha lagi. Hari ini sepi. Masalah ini diakibatkan oleh keputusan bapak-bapak dan ibu-ibu di Gedung Annex yang melarang adanya perayaan wisuda untuk bulan Juli ini, menyebabkan wisuda tidak seru, mengakibatkan wisuda ini jadi tidak terkesan, kasian mereka yang lulus hari ini, harusnya ini dirayakan dengan tawa suka bukan dengan peluh dan luka.


biarpun ga diarak, diceburin mah kudu ya, Zul!
ini Zulkaida Akbar, FI o3, mantan Presiden KM ITB yang dulu pernah mengarak teman2nya saat wisuda, sayang pas giliran dia ga boleh ada arak-arakan



Ya sudah lah terserah kau pak Rektor, kamu hanya melarang perayaan di kampus. Jika perayaan di luar kampus ya boleh dong, kamu kan cuma punya kuasa di kampus, yang punya kuasa di Bandung mah tetap orang Bandung,hehehe.. Oleh karena itu, teman-teman saya mengalihkan acara wisuda untuk mahasiswa fisika yang lulus di Rumah Belajar KM yang lokasinya di sekitar Jalan Sangkuriang. Sebelumnya, karena definisi perayaan itu tidak jelas dan definisi arak-arakan juga sama tidak jelas, tetap saja ada yang merayakan di kampus itu anak-anak seni rupa dan desain membanjiri plaza widya dan kolam indonesia tenggelam, entah nekat atau memang mereka sengaja memanasi massa kampus :"Ayolah, sama rektorat aja masa takut, today is yours gitu loh!"..Ya apapun alasannya, kalian tetap keren..



wisudawan/ti KMSR (Keluarga Mahasiswa Seni Rupa) ITB


ini juga mahasiswa/i KMSR, ini mah yang mengarak wisudawannya




Kamis, 25 Juni 2009

History is His Story


Those who cannot remember the past are condemned to repeat it
-George Santayana-

Beberapa hari ini saya pusing, pusing seperti saya ini semut yang merayap di atas gasing yang berputar, sehingga semut mau muntah. Jangan dibayangkan bagaimana semut muntah, semut di depan kita pun terkadang tak terlihat, apa lagi muntahannya. Jadi ini tulisan tentang saya yang merasa kecil seperti semut yang sedang pusing ingin muntah. Ini lah beberapa hal yang membuat saya kecil dan pusing.



Zaman dahulu kala, ketika dunia belum ada, konon katanya cuma ada sebuah bola kecil nan hitam, kecil lebih kecil daripada upil dan sempit isinya, lebih sempit dan panas daripada kereta ekonomi jurusan padalarang-gombong di siang hari saat mudik lebaran. Konon katanya isi dari bola kecil itu adalah semua isi alam semesta, tidak bisa dibayangkan betapa sempit dan padatnya jika kita masuk ke situ. Bola yang sebesar titik ini jika tidak mampu lagi menahan seluruh isinya akan memasuki tahap kritis, seperti remaja-remaja pada umumnya yang krisis identitas dan menjadi labil karena tidak bisa menahan hasrat masa muda, sehingga cenderung berganti-ganti gaya dan ganti pasangan. Namun bola kecil walau labil tetap punya prinsip, jika sudah kritis dia harus meledak. Lalu tidak sampai hitungan detik bola kecil itu meledak. BANG!!! GANG!!! GANG BANG!!

Ledakan itu menimbulkan cahaya kemilau di kegelapan yang menyelimuti bola kecil tadi. Seluruh isinya tumpah ruah menyebar ke segela penjuru ruang, saling menumbuk dan saling menabrak, sebagian dari mereka saling melepaskan dan sebagian lagi saling menarik diri, menjadi sebuah kumpulan kecil lalu meledak lagi dan bersatu dengan bagian lainnya meledak lagi bersatu lagi berpisah lagi begitu seterusnya peristiwa kawin-cerai-putus-nyambung pada awal terbentuknya alam ini.

Beberapa dari kumpulan itu adalah partikel dasar yang membentuk atom-atom lalu dari situ terjadi lah pengumpulan atom-atom sehingga terbentuklah bintang-bintang ababil (abg labil) yang baru saja terbentuk eh..meledak lagi. Kemudian sisa ledakan itu terbang menyebar kembali dan menemukan kembali tempat untuk berkumpul, sekali lagi menjadi kumpulan atom-atom kecil lalu menjadi bintang, meledak lagi, hancur lagi, dan berkumpul lagi, hingga akhirnya proses-proses itu masuk ke dalam masa stabil dimana ledakan sudah jarang terjadi dan atom atom berikatan dengan baik hidup rukun dan saling bertoleransi.

Konon katanya beberapa bintang amat sangat besar dan berat, sehingga timbul tarikan yang disebut gravitasi dari bintang tersebut kepada benda-benda di sekitarnya yang lebih ringan, lalu benda-benda di sekitarnya saling melekatkan diri membentuk kumpulan-kumpulan yang lebih besar yang disebut planet yang juga berputar mengelilingi bintang itu. Planet-planet itu pun punya gravitasi sendiri menarik benda-benda angkasa untuk berputar di sekilingnya, menarik atom atom dan partikel lain untuk masuk ke dalamnya, lalu atom-atom dan pertikel tersebut saling berinteraksi, saling menumbuk saling menarik dan menolak, menyerupai proses-proses sebelumnya. Hingga suatu kestabilan tercapai dimana kondisi tersebut mencirikan karakter dari sebuah planet.

Itu adalah matahari, salah satu bintang yang dikelilingi planet-planet, salah satunya Bumi. Dan setelah melalui serangkaian proses yang kompleks dan rumit itu, di Bumi atom-atom membentuk molekul-molekul yang teramat kompleks, molekul-molekul itu pun saling berinteraksi dengan molekul-molekul lain hingga membentuk sebuah kumpulan. Kumpulan ini memiliki suatu sifat khusus, kumpulan ini "hidup". Itulah organisme pertama yang hidup di muka Bumi, lalu serangkaian proses terjadi pada organisme itu, berkembang menjadi makhluk yang lebih kompleks lagi, begitu seterusnya sampai tercipta lah jenis makhluk hidup lain yaitu manusia.

Ditelusuri dari asal mulanya, manusia juga jelas berasal dari sebuah titik kecil antah berantah yang ujug-ujug meledak, mengalami proses milyaran tahun hingga hari ini. Manusia berasal dari atom yang entah dari mana asalnya tiba di Bumi, atom berasal dari partikel yang entah dari mana asalnya saling berikatan, dan partikel berasal dari sebuah ledakan besar dari sebuah titik kecil yang entah dari mana datangnya ujug-ujug meledak. Mungkin saja atom yang membentuk saya pernah bertemu dan bertabrakan jutaan tahun yang lalu di sebuah galaksi antah berantah dengan atom anda, mungkin saja jika saya mati atom pembentuk saya terurai di dalam tanah, masuk ke saluran air dan terminum oleh binatang ternak dan binatang ternak itu dimakan oleh seseorang di masa depan sehingga atom saya bercampur dengan atom yang ada di dirinya. Mungkin saja atom anda dulu pernah berikatan dengan atom seekor dinosaurus, seekor babi, atau ada pada sebuah binatang amoeba? mungkin saja atom anda ini dulu berikatan dengan atom seorang pemimpin kepala suku? seorang raja? bahkan bisa saja berikatan dengan atom seorang penjahat atau pelacur? Tidak ada yang tahu pasti.

Percaya atau tidak percaya, yakin atau tidak yakin, saya kira tidak ada ucapan yang lebih pantas selain: Terima Kasih, kepada apa pun itu yang membuat seluruh proses ini begitu membingungkan, begitu menyeramkan, menyedihkan, tapi indah dan memberikan rasa takjub yang luar biasa.

Minggu, 21 Juni 2009

Plagiatorist

Ini saya mengikuti ulah teman-teman di facebook.

RULES:
1. Put your iTunes, Windows Media Player, etc. on shuffle.
2. For each question, press the next button to get your answer.
3. YOU MUST WRITE THAT SONG NAME DOWN NO MATTER HOW SILLY IT SOUNDS.
4. Tag 11 friends. // ini tidak dilakukan (kaya blocking syntax c)
5. Everyone tagged has to do the same thing. // who care..i'm not tagging anyone
6. Have Fun!


IF SOMEONE SAYS 'ARE YOU OKAY' YOU SAY?
1979-Smashing Pumpkins

HOW WOULD YOU DESCRIBE YOURSELF?
Renegade of Funk-Rage Against The Machines
We're the renegades we're the people With our own philosophies We change the course of history Everyday people like you and me..


WHAT DO YOU LIKE IN A GUY/GIRL?
Beetlebum-Blur
..She turns me on all my violence is gone Nothing is wrong I just slip away and I am gone Nothing is wrong She turns me on..

HOW DO YOU FEEL TODAY?
Filter-Take A Picture
I feel like a new born, and i feel like a new born..and i feel so real...

WHAT IS YOUR LIFE'S PURPOSE?
pathetic waltz-Pure Saturday
I don’t know..How we spent the time for more I can’t go..All the things surround me Just like before I’ve never been sure And it’s never been pure

WHAT'S YOUR MOTTO?
Walk On - U2
And I know it aches And your heart it breaks And you can only take so much Walk on, walk on

WHAT DO YOUR FRIENDS THINK OF YOU?
high-The Cure
..sky as a kite as high as i might i can't get that high the how you move the way you burst the clouds it makes me want to try

WHAT DO YOUR PARENTS THINK OF YOU?
Imitation of Life-R.E.M
..Like a friday fashion show teenager Freezing in the corner Trying to look like you dont try


WHAT DO YOU THINK ABOUT VERY OFTEN?
Some Might Say-Oasis
..Some Might Say they don't believe in Heaven, go and tell it to the man who lives in hell..

WHAT IS 2 + 2?
Chanbara- At The Drive In
all we are are failed attempts propelled by stilt-leg presidents incarcerate the mason fence like flechettes flechettes flechettes

WHAT DO YOU THINK OF YOUR BEST FRIEND?
Like A Rolling Stones-Bob Dylan
How does it feel To be on your own With no direction home Like a complete unknown Like a rolling stone?

WHAT IS YOUR LIFE STORY?
like eating glass-bloc party
Like drinking poison, like eating glass


WHAT DO YOU WANT TO BE WHEN YOU GROW UP?
Special-MEW
You're special
You're like a rocket through me
Ohh, you're special
You're a rocket to me
And I cannot this time

WHAT DO YOU THINK WHEN YOU SEE THE PERSON YOU LIKE?
W.A.M.S-Fall Out Boys
What makes you so special?What makes you so special?
I'm gonna leave you
I'm gonna teach you
How we're all alone
How we're all alone


WHAT WILL YOU DANCE TO AT YOUR WEDDING?
In My Life- The Beatles
But of all these friends and lovers
There is no one compares with you
And these memories lose their meaning
When i think of love as something new
Though i know i'll never lose affection
For people and things that went before
I know i'll often stop and think about them
In my life i love you more

WHAT WILL THEY PLAY AT YOUR FUNERAL?
Tubhtumping-Chumbawamba
Well be singing When were winning Well be singing..I get knocked down But I get up again Youre never going to Keep me down---->ini dinyanyikan seolah-olah saya akan bangkit dari kubur

WHAT IS YOUR HOBBY/INTEREST??
Joy Ride-The Killers
When your hopes and dreams
Lose the will to go
Joyride
Reaching for the light
Knowing we can't win


WHAT IS YOUR BIGGEST FEAR??
C'mere-Interpol
It's way too late to be this locked inside ourselves The trouble is that you're in love with someone else It should be me. Oh, it should be me Your sacred parts, your getaways You come along on summer days Tenderly, tastefully

WHAT IS YOUR BIGGEST SECRET?
I Shot The Sheriff-Bob Marley
i shot the sheriff, but i didn't shot the deputy..i shot the sheriff, but i swear it was in self defense

WHAT DO YOU WANT RIGHT NOW?
The Good Life-Weezer
And I dont wanna be an old man anymore Its been a year or two since I was out on the floor
Shakin booty making sweet love all the night Its time I got back to the good life

WHAT DO YOU THINK OF YOUR FRIENDS?
Dumb-Nirvana
I'm not like them But I can pretend The sun is gone, But I have a light The day is done,
I'm having fun I think I'm dumb Or maybe just happy


WHAT WILL YOU POST THIS AS?
I Might Be Wrong-Radiohead

Sabtu, 20 Juni 2009

Perpetual Motion

They said to me "...Such a slow..."
I shouted to them "..Such a rush !!"

it isn't about how fast you move
it is about stability of your frame of reference

because motion is relative after all

Kamis, 18 Juni 2009

Moment of Inertial

Ini saya sedang di Bogor sedang di rumah, rumah bapak saya dan ibu saya, itu secara formal, karena mereka yang beli, saya cuma numpang dengan bayaran berbakti sama mereka, walau mereka tidak pernah menagih itu selama saya menumpang di sini.

Di sini saya duduk menulis,eh mengetik kalo secara de facto, di bawah kursi, tidak di atasnya, saya sedang kasian sama kursi yang seumur hidupnya selalu diduduki sama manusia, dan manusia tidak pernah mau gantian diduduki kursi, tapi kursi tidak pernah menuntut itu selama manusia masih duduk di atasnya. Tapi malam ini saya sedang berempati sama kursi, saya persilahkan dia bebas tidak diduduki saya semalam saja, kasih dia libur biar apa? biar dia bisa liburan seperti saya.

Suatu hari saya pergi ke Selot, itu nama jalan di samping SMAN 1 Bogor, itu nama sekolah saya dulu ketika tanpa paksaan saya disekolahkan ke situ sebagai upaya dari bakti saya kepada orang tua dan membantu pemerintah dalam mewujudkan program belajar 9 tahun, harusnya saya dikasih penghargaan seperti piagam yang bertuliskan

"TELAH IKUT MEMBANTU MENSUKSESKAN PROGRAM BELAJAR 9 TAHUN"

tapi saya tidak menuntut pemerintah memberikan itu, biar pemerintah sadar sendiri, kan sudah besar, sudah bisa sendiri, sudah bisa mandiri.

Nah, siang itu saya pergi ke selot sama si Suradin, ini nama baru si Adin, Adin Suradin, dia teman saya juga waktu SMA dulu, pernah jadi pacar saya juga. Kami berdua naek motor automatic ke sana berhubung si Suradin sudah bisa naek motor dia mau pamer sama supir angkot, supir ojek, tukang becak, dan pengguna jalan se Bogor raya dan sekitarnya kalo dia udah bisa naek motor, walau pun matic, dan dengan berbekal doa kepada Allah agar dosa-dosa saya di masa lalu diampuni dan ditambah doa ketika dalam perjalanan, walaupun belum sempat minta maaf sama orang tua jika ada perilaku atau kata-kata yang membuat sakit hati maka saya rela dibonceng dia.

Dan kami pun sampai, saya akui si Suradin sudah handal mengendarai motor matic, walaupun banyak melakukan manuver-manuver berbahaya di jalan, tapi itu masih ada dalam batasan wajar menurut buku Automatic Motor for dummies versi pdf terbitan John Wiley & Sons cabang Republik Maladewa. Di situ sudah ada si Jui, ini teman SMA saya juga, pernah sekelas sama saya waktu kelas 2, kelas 2-8, ingat saya ga Jui? inget, lang..begitu katanya..Alhamdullilah saya tidak ingat kamu, untung kamu ingat saya.

Dan saya pun masuk ke warung yang ada di Selot, dari dulu saya suka nongkrong di warung si Udin, ini pedagang minuman, kenapa saya sering di situ? Itu disebabkan si Udin selalu sedia air panas, dan saya bisa pesen kopi panas. Tapi hari itu saya pesan kopi dingin, saya tidak mau panas, karena sedang tidak mau, ini tidak ada hubungannya dengan cuaca, jangan protes, nanti saya somasi anda dengan tuduhan protes pada orang yang tidak mau diprotes, itu termasuk dalam pasal pemaksaan jika kamu protes pada orang yang tidak mau diprotes, ini sudah tertuang dalam kitab hukum Alqohol, ayat dua botol, bunyinya: "Al mabuk minal Assoy" jika melanggar hukumannya akan di bonga-bonga sampai mati.

Lalu kami pun pesan makan dan minum, makan-makan dan dilanjutkan dengan minum-minum, setelah itu kami keluar dari warung sambil membawa minuman yang masih banyak dan bergabung dengan Jui dkk untuk meneruskan kegiatan minum-minum di luar sambil mengobrol dan merokok. Dan kami pun mengobrol, tentang kabar masing-masing itu yang pertama, sudah dari dulu jika bertemu orang menanyakan kabar, itu tertuang dalam buku Ngobrol for Dummies versi djvu edisi terbitan Republik Demokratik Kongo.

Si Jui sudah lulus sekolah Agribisnis di IPB, masih sering nge band, bermain musik, sekarang masih aktif di Marching Band Bogor, suka latihan di balai kota sambil menyiksa drum dengan cara dipukul-pukul hingga menimbulkan bunyi, bunyi yang menurut kuping manusia bagus. Si Suradin sudah lulus kuliah sekarang mau S2 katanya. Saya tanya juga kabar teman-teman yang lain, mereka sudah menjadi ini menjadi itu, sudah punya ini sudah punya itu, sudah kesini sudah kesitu. Dan ketika menanyakan tentang saya, seperti biasa saya jawab yang intinya saya ini tidak menjadi ini tidak menjadi itu, belum punya ini belum punya itu, belum kesini belum kesitu.

Masih sama seperti dulu Jui, masih sama seperti hari terakhir kita berseragam putih abu. Masih sama ketika kamu dan saya dipanggil ke depan untuk ngerjain soal Fisika dari Bu Heny, masih sama ketika kita di panggil ''bodo !" (tapi dibalik) sama guru bahasa Inggris, itu saya lupa namanya, masih sama ketika kita disuruh lari keliling lapangan ketika terlambat sama Pak Fahmi, masih sama ketika kita dikejar Pak Soleh waktu cabut pelajaran, masih sama ketika kamu masuk kelas IPS dan entah kenapa saya masuk IPA.

Jui, Suradin, dan teman2nya Jui yang saya ingat wajahnya tapi lupa namanya. Suatu hari kalian berubah, dan saya hanya menonton kalian berubah, kalian adalah sistem yang dinamis, tidak seperti saya yang masih statik. Mungkin kalo secara Fisika saya ini benda masif yang memiliki massa yang besar namun terkonsentrasi pada suatu titik, sehingga terlihat kecil, sehingga dibutuhkan Gaya dan Torsi yang besar untuk merubah saya menjadi sesuatu yang berbeda. Kalian adalah molekul-molekul energetik yang saling bergerak dan menumbuk sehingga tidak saja kalian berubah, kalian pun membuat lingkungan berubah, membuat kalian juga berkontribusi pada lingkungan di mana kalian berada, sedangkan saya adalah Benda angkasa yang diam, malas dan memiliki inersial tinggi, hanya menunggu proses fusi dan fisi di dasarnya selesai lalu mencapai titik kritis dan kolaps, meledak, hancur lebur dan debunya bergentayangan di angkasa. Membuat benda-benda di sekitar saya pun ikut hancur karena kehilangan pusat orbit.

Ini saya yang belum berubah, masih seperti dulu, masih sama ketika kita lulus dan menuliskan pesan & kesan kita di buku angkatan. Itu foto saya di buku angkatan, di kelas IPA 5, di bawah foto kita menuliskan kesan2 kita saat bersekolah. Saya masih sama seperti waktu saya menuliskan kesan2 saya di bawah foto. Ini quote yang saya tulis di buku angkatan, dan masih terasa hingga sekarang:

"... I Still Haven't Found, What I'm Looking For.."

Rabu, 17 Juni 2009

Spoken


If the sunset is high above
calling us to catch the light up
the heat of our heart, warms like the weather
so we keep walking hand in hand

Grass in front of us
won’t barry the road we passed like before
wind blowin’ softly
caressing our empty heart
so we’ll never be lonely anymore

We’re taking the long path
Our steps are moving together
Sunset is calling…
sunset is calling again

Oooh, the story is out of line
we should pick it up again
something has been made out
the brightening day shall arrived

A word can hold the secret of the universe
and silence is the hardest thing for us to unveil

together we’ll reach happiness
part the ocean and through the sky
but silence is the hardest thing for us to unveil

-pure saturday, Time to change time to move on-

Rabu, 10 Juni 2009

inspired

O Captain! my Captain! our fearful trip is done,
The ship has weather'd every rack, the prize we sought is won,
The port is near, the bells I hear, the people all exulting,
While follow eyes the steady keel, the vessel grim and daring;
But O heart! heart! heart!
O the bleeding drops of red,
Where on the deck the Captain lies,
Fallen cold and dead.

O Captain! my Captain! rise up and hear the bells;
Rise up --- for you the flag is flung --- for you the bugle trills,
For you the bouquets and ribbon'd wreaths --- for you the shores a-crowding,
For you they call, the swaying mass, their eager faces turning,
Here Captain! dear father!
The arm beneath your head!
It is some dream that on the deck,
You've fallen cold and dead.

My Captain does not answer, his lips are pale and still,
My father does not feel my arm, he has no pulse nor will,
The ship is anchor'd safe and sound, its voyage closed and done,
From fearful trip the victor ship comes in with object won;
Exult O shores, and ring O bells!
But I with mournful tread,
Walk the deck my Captain lies,
Fallen cold and dead.

-Walt Whitman-


Rabu, 13 Mei 2009

H & P

"Hidup itu di awali dengan H dan diakhiri dengan P"

Ini adalah status Facebook saya akhir-akhir ini, yang saya anggap definisi yang pas, karena H adalah variabel bebas dan P adalah variabel bebas juga. Apakah yang membuatnya menjadi pas? Oh, tentu saja karena sifat kebebasan dari variabel H dan P itu, apa pun yang disubtitusikan pada H atau P akan membuat Hidup tetap menjadi hidup, membuatnya seakan lengkap, dan nyata.

Lalu apakah hubungan H dan P ? Karena keduanya adalah variabel bebas, maka diharapkan keduanya saling menormalisasi, saling mendukung, dan saling menyambung, membuat hidup seakan akan benar-benar ada, terjadi, terasa dan teramati. H dan P saling bebas satu sama lainnya, namun tetap tidak melanggar kebebasan masing-masing, keduanya tidak melanggar batas yang sudah dibatasi bersama, saling percaya dan saling menjaga komitmen yang sedari dulu sudah di jalani.

H dan P adalah suatu variabel, yang membuat hidup menjadi komplit dan terintegrasi secara kontinu pada suatu batasan tertentu, bernilai tunggal dan tidak bercabang pada batasannya itu, membuat hidup menjadi utuh dan dinamis, penuh dimensi, bahkan membuat hidup bergerak melesat ke batas mendekati takhingga, namun tidak sampai menjadi tak hingga, karena H dan P adalah sesuatu yang sifatnya nyata, sedangkan ketakhinggaan di luar sifat nyata dari H dan P. H dan P adalah pasangan yang membuat hidup berada pada probabilitas yang mendekati keadaan sebenarnya.

Lalu apakah H dan P itu?
Apapun itu yang dapat mengawali dan mengakhiri HIDUP..


Minggu, 10 Mei 2009

Repost

repost dari postingan saya di sini
berhubung males buka wordpress, saya posting di sini aja:

Sebuah kutipan dari Richard Feynmann, seorang fisikawan peraih nobel, seorang musisi amatir, sekaligus pribadi yang humoris dan humanis:


"If, in some cataclysm, all scientific knowledge were to be destroyed, and only one sentence passed on to the next generation of creatures, what statement would contain the most information in the fewest words? I believe is the atomic hypothesis that all things are mad of atoms. Little particle that move in perpetual motion, attracting each other when they are little distance apart, but repealing each other upon being squeezed into one another. In that one sentence...there is an enermous amount of information about the world."


Ini tentang Atom. Sebuah gagasan pada awalnya, berupa ide yang menyatakan bahwa setiap materi atau benda tersusun dari atom. Jadi atom adalah elemen terkecil dari sebuah materi dan tidak bisa dibagi lagi.


Adalah orang-orang Yunani, yang terkenal suka berpikir keras , pada zaman dahulu pernah sempat penasaran pada substansi materi-materi yang hadir dalam kehidupan mereka saat itu. Mungkin jika anda hidup di zaman mereka, jika anda pergi ke pasar hendak membeli roti jangan kaget jika pedagangnya tiba2 bertanya "Apakah sayur itu? Apakah roti itu? Apakah perbedaan keduanya?Apakah yang membuat roti menjadi roti?Mengapa sayur adalah sayur?"..Oh, anda pasti dapat diskon jika jawaban anda memuaskan. Lalu tibalah masa Democritus, menjelaskan pertanyaan-pertanyaan ini dengan sebuah eksperimen pikiran (Gedanken Experiment).Sebuah eksperimen yang benar secara prinsip, namun sulit untuk dilakukan di dunia nyata.


Demokritus mengajukan hipotesis andakaikan kita memiliki sebongkah emas, lalu kita potong emas itu menjadi dua, lalu kita bagi lagi jadi seperempat, lalu kita bagi lagi menjadi seperdelapan, dan seterusnya. Pertanyaannya adalah, sampai kapan kita terus membagi emas itu? Apakah selamanya emas itu dapat dipotong-potong dan dibagi-bagi? atau ada sebuah batas dimana emas itu tidak bisa dibagi lagi?. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa materi dapat dibagi sampai tak terbatas atau materi tersusun dari partikel atau bagian yang tidak bisa dibagi lagi. Kesimpulan yang pertama tampak absurb bagi Demokritus saat itu. Oleh karena itu, dia sepakat dengan kesimpulan yang kedua, bahwa materi tersusun dari partikel yang tidak dapat dibagi lagi ("a-tomos").


Lalu datanglah John Dalton yang pada tahun 1800 menemukan bukti spesifik bahwa materi memang tersusun dari bagian yang tidak dapat dibagi lagi. Ia menemukan bahwa jika suatu zat dicampur dengan zat lain maka hasil campuran itu memiliki perbandingan massa zat-zat penyusunnya yang nilainya tetap (constant ratio). Misalnya air yang terbuat dari campuran hidrogen dan oksigen memiliki rasio 1:8. Rasio ini tidak akan didapat jika materi dapat dibagi hingga tak terbatas, selalu ada limit yang membatasinya.


Dari hasil observasi Dalton, dapat dilihat bahwa sangat mungkin rasio-rasio itu beragam nilainya untuk beragam zat, tidak hanya air. Dan bisa saja dari zat-zat yang berbeda sifatnya itu bila dipecah akan menghasilkan zat yang jumlahnya lebih sedikit dan berbeda jenis dari semula. Proses perubahan seperti itu disebut dekomposisi kimia. Misalnya, kita dapat melakukan dekomposisi pada air dengan menghasilkan zat-zat yang berbeda yaitu Hidrogen dan Oksigen dengan cara mengalirkan listrik pada air tersebut. Sebagaimana kita tahu, Hidrogen dan Oksigen itu berbeda dengan air, dua zat ini berbentuk gas dan bersifat seperti gas. Akan tetapi, kita tidak bisa melakukan dekomposisi pada Hidrogen dan Oksigen. Bagaimana pun caranya Hidrogen akan tetap menjadi Hidrogen dan Oksigen tetaplah Oksigen. Bagian zat yang tidak bisa dikomposisi inilah yang menjadi salah satu elemen fundamental, yang biasa disebut elemen kimia. Elemen Kimia ini lah yang menyusun zat-zat yang ada di alam semesta.


Dengan mempelajari rasio-rasio elemen fundamental dalam sebuah zat inilah kemudian Dalton dan ilmuwan semasanya menyimpulkan bahwa setiap elemen terbuat dari satu macam atom, dan setiap elemen berbeda karena atomnya berbeda. Jadi atom adalah elemen terkecil yang menyusun elemen fundamental. Air adalah campuran atau senyawa dari dua jenis atom, Oksigen dan Hidrogen, dan itulah mengapa kita bisa mendekomposisi air tapi tidak bisa mendekomposisi Oksigen dan Hidrogen. Sampai hari ini, jika saya tidak salah, ada 116 elemen fundamental, jadi ada 116 jenis atom, 88 diantaranya ada di alam, sisanya diciptakan di laboratorium. Setiap atom diberi nomor dan nama, lalu diurutkan berdasarkan sifat-sifatnya. Daftar nama-nama elemen inilah yang menjadi salah satu sampul depan atau belakang buku Kimia SMA anda.



Cukup, sampai di sini dulu, nanti dilanjut, jika ada niat dan kesempatan..semoga anda tidak pernah puas