Jumat, 19 Februari 2010

Ancestors

Konon katanya, manusia diciptakan oleh Tuhan dengan banyak menuai protes dari berbagai macam makhluk non-manusia, ada yang keberatan karena merasa lebih berhak untuk menjadi pemimpin di Bumi daripada manusia, ada juga yang keberatan karena meragukan kredibilitas dan kompetensi manusia sebagai pemimpin. Ah tapi Tuhan punya rencana, manusia tetap diciptakan dan dijadikan pemimpin di muka Bumi. Lalu apa yang terjadi pada makhluk non manusia yang protes? Tentu saja Tuhan menghargai pendapat setiap makhluknya, ini menandakan semesta memang sudah demokratis dari asalnya,setiap makhluk bebas menyatakan pendapat dan menentukan sikap serta menerima konsekuensi dari pernyataan sikap dan pendapatnya itu, bahkan iblis yang menolak mentah-mentah dengan sombong tetap diberi ruang sebagai oposisi oleh Tuhan untuk membuat manusia menjauhi Tuhan, diberi fasilitas serta kesempatan untuk kegiatannya itu yakni Hidup abadi di dunia dan di neraka. Lalu mengapa Tuhan tidak membinasakan saja iblis sombong itu? Jika semesta memang sudah demokratris dari awalnya, keputusan Tuhan untuk iblis merupakan manifestasi dari hak setiap makhluk, setiap makhluk yang hidup memiliki hak untuk hidup, sesombong apapun makhluknya.

Lalu diciptakan Adam, manusia pertama dan lelaki pertama, lalu Hawa, manusia kedua dan wanita pertama. Kedua pasangan manusia itu hidup di taman yang indah, taman "Sagala Aya". Keduanya hidup senang dan bahagia di taman Tuhan sampai suatu hari iblis datang untuk melakukan kegiatan utamanya yaitu menjauhi manusia dari Tuhan, dengan menggoda satu-satunya pasangan manusia untuk melanggar larangan Tuhan yang kala itu cuma satu-satunya: Memakan buah terlarang. Tuhan murka karena Adam dan Hawa memakan buah terlarang, maka pasangan itu diusir dari taman Tuhan. Lalu mengapa Tuhan tidak membinasakan saja Adam-Hawa dan mengganti posisi manusia di Bumi dengan makhluk lain? Sekali lagi, ini karena setiap makhluk yang hidup memiliki hak untuk hidup, sejauh apapun makhluk itu dari Tuhannya.

Dan Adam-Hawa pun hidup dengan selamat di Bumi dengan segala kemampuan dan keterbatasan sebagai manusia, Hawa pun mengandung dan melahirkan anak-anak Adam, konon katanya, anak-anak Adam pertama, sebut saja Anak Adam Season 1 adalah kembar laki-laki dan perempuan, begitu juga dengan Anak Adam Season 2. Agar dapat mempertahankan supremasi dan eksistensi manusia sebagai pemimpin maka harus dilakukan duplikasi berupa reproduksi manusia. Dengan petunjuk Tuhan maka Adam mengawinkan anak-anak laki-laki dengan anak-anak perempuannya sendiri secara silang, laki-laki dari Season 1 dikawinkan dengan perempuan Season 2, dan sebaliknya. Mengapa kawin silang? Mungkin saja anak kembar memiliki sifat genetis yang sama, jika dikawinkan kembali dikhawatirkan tidak terjadi variasi makhluk hidup yang menguntungkan bagi distribusi individu dalam sebuah komunitas nantinya, mungkin saja visi Adam ke depan adalah pluralitas manusia yang tidak saja berbeda dari segi fisik, tapi tingkat intelenjensia, minat, bakat dan keahlian spesifik yang berbeda. Menyebabkan manusia yang satu memiliki kekurangan dan kelebihan yang berbeda dengan manusia lainnya. Sehingga manusia harus menutupi kekurangan dengan bantuan manusia lain yang memiliki kelebihan untuk mempertahankan komunitas manusia yang masih kecil saat itu hingga menjadi besar saat ini. Jika benar seperti itu maka ini adalah sistem sosial yang pertama kali dibangun, dan koreksi untuk Charles Darwin, bukan mereka yang kuat yang dapat mempertahankan hidup dari seleksi alam, tapi mereka yang bisa bekerja sama yang dapat lulus dari seleksi alam. Karena jelas jika dibandingkan Gajah atau harimau, manusia kalah kuat dan kalah garang. Jika tidak dengan kerja sama, maka saya yakin manusia tidak akan bisa membuat kebun binatang, tapi binatang yang akan membuat kebun manusia.

Singkat cerita, satu anak laki-laki Adam menolak dikawinkan, ini bukan karena dia menolak konsep perjodohan yang sekarang dianggap kuno, cerita Siti Nurbaya belum ada waktu itu. Dia menolak dijodohkan dengan perempuan yang ditunjuk Adam untuk dikawininya, dia ingin dikawinkan dengan perempuan satu lagi yang sudah dijodohkan dengan anak laki-laki Adam yang lain. Mungkin ini adalah protes kedua setelah iblis protes pada Tuhan, maka jika semesta sudah demokratis dari awalnya, anak Adam diberi kesempatan untuk menyatakan pendapat, akan tetapi keputusan tidak bisa dirubah karena ini keputusan Tuhan. Maka Adam pun mencoba meloby Tuhan agar diberi petunjuk supaya dibuka secara terang benderang dan selebar-lebarnya siapa dijodohkan dengan siapa. Maka Tuhan menyuruh Adam agar anak-anaknya berkorban untukNya, barang siapa yang korbannya diterima dialah yang berhak mengawini anak perempuan yang diperebutkan oleh anak laki-laki Adam. Jadi inilah kompetisi pertama di Bumi, sayembara memperebutkan pasangan hidup. Jauh lebih lama dari Piala Dunia, jauh lebih kuno daripada Take Him/Her Out. Singkat cerita anak laki-laki yang tidak protes menyerahkan korban berupa binatang ternak yang gemuk, sayur mayur yang segar, buah-buahan terbaik, semuanya itu dari kerja keras menggarap kebun dan menggembalakan binatang ternak dan tidak lupa berdoa kepada Tuhan agar panen tidak gagal. Sedangkan anak laki-laki yang protes hanya mengorbankan sayuran seadanya, bahkan beberapa ada yang sudah busuk. Jelas Tuhan menerima korban anak laki-laki Adam yang tidak protes karena memang dia yang memberikan segala dari miliknya yang terbaik dengan usaha dan doa, pantaslah jika menang He was Simply The Best.

Anak laki-laki Adam yang protes tetap tidak menerima kekalahannya dan ngotot untuk dikawinkan dengan anak perempuan yang sudah jelas dari hasil pertandingan yang jurinya sendiri adalah Tuhan, berhak untuk dikawinkan dengan anak laki-laki yang tidak protes. Karena sudah emosi dan gelap mata ditambah adanya kegiatan iblis maka anak laki-laki yang protes ini membunuh anak laki-laki yang tidak protes. Dan inilah pertama kali darah manusia tumpah oleh manusia, The First Blood.

Setelah sadar telah membunuh saudara kandungnya, dia panik dan tidak tahu harus berbuat apa. Konon katanya, Tuhan mengirimkan padanya dua burung gagak yang satu mati dan satu lagi hidup, gagak yang hidup menggali tanah dan mengubur gagak yang mati. Terinspirasi dari gagak, ia mengubur saudara kandungnya lalu kabur karena takut Adam tahu dan murka. Lalu mengapa Tuhan tidak membinasakan anak Adam yang membunuh saudara kandungnya itu? Sudah jelas, karena setiap makhluk hidup berhak untuk hidup, ....sampai Tuhan mencabut hak hidup makhluknya untuk dimatikan, sejahat apapun kelakuannya.

Kisah Manusia-manusia pertama di Bumi ini jelas bukan versi yang valid, tidak ada kutipan kitab suci, tidak ada sumber sejarah yang jelas, oleh karenanya banyak diawali dengan "Konon katanya...",ah tetapi ini yang sedikit saya pahami dari segala versi cerita tentang manusia pertama, tentang Adam dan Penciptanya yang demokratis, tentang anak-anak Adam yang bekerja sama, tentang anak-anak Adam yang berkompetisi, tentang anak-anak Adam yang bekerja keras, tentang anak-anak Adam yang berkonflik, tentang anak-anak Adam yang humanis dan sangat manusia.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar