Suicide Attemp

Saya sudah lama tidak mengupdate blog, karena sibuk mengupdate yang lain, salah satunya mengupdate Tugas Akhir sarjana saya, karena terus terang mengupdate blog secara kontinu tidak akan membuat saya lulus sarjana. Tetapi ini saya mencoba mengupdate blog, apakah dengan mengupdate blog pertanda saya sudah lulus sarjana? tentu tidak, parameter lulus sarjana adalah wisuda bukan banyaknya tulisan di blog, nenek saya yang cuma tamatan Sekolah Rakyat juga tahu itu, walaupun nenek saya ga pernah kuliah, beliau jauh lebih sukses daripada saya yang kuliah ini, sukses menguliahkan orang tua saya sehingga orang tua saya bisa menguliahkan saya, membuat dua generasi keluarga pernah mencicipi bangku kuliah buat saya adalah pencapaian yang cukup amazing dari seorang nenek. Mudah-mudahan saja kesuksesan nenek bisa diperlebar menjadi tiga generasi bahkan lebih setelah saya lulus nanti.

Karena ilmu itu penting, itu kata kakek saya yang pensiunan guru SD. Ada istilah yang mengatakan harta ga akan habis sampe tujuh turunan. Maka ada kemungkinan keturunan kedelapan dan seterusnya akan jatuh miskin hidup sengsara, tapi kalau tahu ilmunya, kita bisa bikin harta kita ga akan abis sampe kiamat, kira-kira itu mungkin maksud kakek saya, karena terus terang walaupun kakek saya seorang pendidik, tapi paradigma yang masih terbentuk adalah: kuliah itu biar cepat dapat kerja, kalau cepat kerja maka cepat kaya. Tapi percayalah, kemudahan finansial di masa depan cuma produk sampingan dari hasil kerja keras saat kuliah, ada yang lebih penting daripada itu.

Paradigma kuliah, kerja, kaya adalah penyederhanaan dari tujuan perguruan tinggi, tapi setidaknya paradigma ini membuat banyak pemuda indonesia berhasrat untuk kuliah demi kemudahan finansial yang berarti perbaikan taraf hidup di masa depan, buat saya sendiri ini ga masalah, di dalam kampus paradigma bisa berubah, tujuan pendidikan apalagi tingkat perguruan tinggi tidak hanya bermuara pada kemudahan akses finansial, ga perlu kuliah kalo cuma mau kaya, jadi babi ngepet juga bisa, ga perlu belajar, ga perlu ujian, ga ada skripsi, ga ada tugas akhir, syaratnya cuma satu: Rela atau tidak disamakan wujudnya dengan babi. Tapi dengan kuliah, setidaknya kita punya banyak pilihan, even cuma jadi pengangguran saya kira kuliah kita masih bisa dibilang worthed, saya rasa pilihan jadi babi ngepet tidak ada dalam list pengangguran yang pernah kuliah, saya bisa bilang ini progressive ketika produk sarjana perguruan tinggi tidak lagi memilih menjadi babi ngepet, setidaknya tujuan filsuf pendidikan Paolo Freire tercapai:"Pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia", dan jelas bukan "Membabikan manusia".

Okelah jika pilihan menjadi babi ngepet atau profesi berbau mistik lainnya bisa dihindari, bagaimana jika siswa, mahasiswa, atau sarjana dengan sengaja menjatuhkan diri dari lantai atas mall seperti yang sering diberitakan akhir-akhir ini? apakah ini salah dari sistem pendidikan atau kontrol sosial yang kurang? Entah lah saya bukan psikolog atau orang yang paham behavioural science, saya tidak tahu mengapa orang bunuh diri dengan melompat dari lantai atas mall, tapi kalau pertanyaannya: berapa lama waktu yang dibutuhkan orang yang jatuh dari lantai atas mall sampai ke lantai bawah mall? nah kalo itu saya masih bisa jawab,hehehehe..

Asumsikan saja orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya secara manual itu disebabkan oleh tekanan, tekanan yang bisa berasal dari mana saja, ekonomi, pekerjaan, asmara, endebra-endebre (meminjam istilah dll versi titiew), sehingga orang-orang itu berpandangan lebih baik mati saja daripada hidup menderita, daripada hidup miskin lebih baik mati, daripada tidak punya pekerjaan lebih baik mati, daripada ditolak dan tidak jadi pacar kamu lebih baik mati, hei sakit gigi jauuuhhh lebih sakit daripada sakit hati, percayalah!!!..jika anda sakit hati lalu bunuh diri tapi belum pernah merasakan sakit gigi, berarti anda lebih pecundang daripada teman saya yang udah pernah nembak 14 cewek dan sampai sekarang belum punya pacar, yang hingga sekarang riang gembira tanpa tendensi untuk bunuh diri mengumumkan sedang pdkt dengan target ke 15 nya. Saya sendiri sekarang tidak pernah berpikiran untuk mengakhiri kehidupan secara manual, biarkan nyawa diambil secara otomatis oleh yang punya otoritas. Walau saya belum lulus-lulus, walau lulus ipk saya sepertinya jauh dari syarat yang dibutuhkan untuk dapat kerja di perusahaan A, BUMN B, MNC C, atau PNS Dinas E, lapuk di kampus ga masalah, saya bahagia.

Kampus saya terletak di Jalan Ganesa Bandung. Terus terang saja nama Ganesa kadang membuat saya ingin tertawa, saya ingat waktu SMP dulu di depan gerbang sekolah ada pos ronda dan ada coretan piloks anak kampung sana bertuliskan huruf kapital besar-besar

"GANESA:GABUNGAN NENEK2 SAKTI"

Walaupun saya juga bingung lucunya sebelah mana, tapi saya tertawa, berarti ini ada yang lucu. Hal-hal kecil dan remeh kayak gini, yang kadang terjadi di setiap hidup kita, yang membuat saya tidak ikut-ikutan lompat bunuh diri dari atas mall yang sedang ngetrend saat ini, karena dunia ini ternyata lucu, setidaknya buat saya dan saya yakin masih banyak hal-hal kecil lain yang masih bisa ditertawakan di masa depan, dan itu membuat saya dengan tegas berkata "Say No to Suicide Attemp!".



Komentar

  1. blognya lucu, tp knp contohnya selalu babi ngepet.?? :D

    BalasHapus
  2. saya sih lebih sering pengen minggat daripada suicide.

    BalasHapus
  3. Mantaf gan.. Mending lu bikin blog terus lang.. daripada ikut2an maen game dengan awak.. hheuheuheue...

    BalasHapus
  4. ah bobby kania, saya kan mamamuda, mamanya para remaja, bagaimana nasib remaja2 jika mama tidak ada?

    BalasHapus
  5. perjuangan masih panjang, Gi.

    BalasHapus
  6. Ini cerita berkaitan tentang hak manusia untuk hidup y?? Bener lang, klo dari postingan lu yang sebelumnya, bisa gw bilang.. mengambil nyawa manusia (baik diri sendiri atau orang lain) adalah tindakan paling tidak masuk akal coz pencipta kita kan demokratis dan memberikan hak kepada kita untuk hidup.. sapa sih kita yang seenaknya mengambil apa yang sebenernya bukan milik kita.. (setahu gw, nyawa manusia adalah milik pemberinya, siapakah kita sehingga berani mencuri dari pencipta kita???)

    BalasHapus

Posting Komentar

Entri Populer