Collegiate Handshake


Sedikit kejadian yang benar-benar saya ingat sejak pos terakhir di blog ini dimuat, kecuali
beberapa yang memang secara selektif saya ingat, minimal momen-momen pribadi yang..yah walau sudah jadi fosil dalam ingatan bukan berarti belulang nya tidak tergali


Salah satunya, saya lulus kuliah, hahahaha..

ehmm..dengan ip seadanya dan injury time pula, bahkan harus mengambil semester pendek dimana saya terpaksa mengambil dua mata kuliah di Jurusan lain, ya terpaksa mengambil mata kuliah tambahan di jurusan Teknik Sipil dan jurusan Geodesi,


Demikian bukan karena kurikulum mengharuskan, namun jika SKS anda tidak mencukupi untuk lulus apa boleh buat, dipilihnya dua jurusan itu karena

memang mereka yang membuka kelas untuk mahasiswa luar jurusan, selain jurusan di Seni Rupa, yang sekalipun saya berhasrat ingin ambil namun sadar bahwa menjadi seniman visual diperlukan kompetensi membedakan warna, untuk warna saya angkat tangan, disamping faktor malas membuat prakarya.


Dan dengan sedikit effort, memang sedikit, karena pada dasarnya dosen matakuliah itu sudah mengerti bahwa peserta kelas adalah veteran hampir kalah perang, maka diloloskan saja. Demikian dosen begitu supaya veteran-veteran ini paham bahwa ini toh cuma kampus, jangan berlama-lama, segera enyah dan berbahagialah. Setelah itu yah seperti veteran-veteran lainnya saya sidang tugas akhir, well ini juga lancar-lancar saja mengingat tugas akhir sudah saya kerjakan hampir 80 % dari dua tahun sebelumnya, yang dulu sempat saya tinggalkan begitu saja, untuk lupa kemudian apa yang sudah saya kerjakan dan ingat lagi waktu sidang. dan ya saya wisuda. 



Tidak ada yang aneh apalagi yang berkesan dalam upacara menyingkap tali toga itu, terus terang saya sudah hilang momen. seperti sembelit berminggu-minggu yang hilang dan terbuang sekali dorongan, tidak ada kebahagian dalam proses membuang kotoran, hanya ada kelegaan. Tidak ada yang membuat saya kagum di hari itu selain stamina bapak Rektor untuk berdiri dan menyalami seluruh wisudawan yang jumlahnya ratusan, Pak rektor, andai anda tahu apa yang mereka pegang dan sentuh sebelum tangan mereka bersalaman dengan anda, sudikah anda menyalami semuanya?

Komentar

Posting Komentar

Entri Populer