Minggu, 10 Mei 2009

Repost

repost dari postingan saya di sini
berhubung males buka wordpress, saya posting di sini aja:

Sebuah kutipan dari Richard Feynmann, seorang fisikawan peraih nobel, seorang musisi amatir, sekaligus pribadi yang humoris dan humanis:


"If, in some cataclysm, all scientific knowledge were to be destroyed, and only one sentence passed on to the next generation of creatures, what statement would contain the most information in the fewest words? I believe is the atomic hypothesis that all things are mad of atoms. Little particle that move in perpetual motion, attracting each other when they are little distance apart, but repealing each other upon being squeezed into one another. In that one sentence...there is an enermous amount of information about the world."


Ini tentang Atom. Sebuah gagasan pada awalnya, berupa ide yang menyatakan bahwa setiap materi atau benda tersusun dari atom. Jadi atom adalah elemen terkecil dari sebuah materi dan tidak bisa dibagi lagi.


Adalah orang-orang Yunani, yang terkenal suka berpikir keras , pada zaman dahulu pernah sempat penasaran pada substansi materi-materi yang hadir dalam kehidupan mereka saat itu. Mungkin jika anda hidup di zaman mereka, jika anda pergi ke pasar hendak membeli roti jangan kaget jika pedagangnya tiba2 bertanya "Apakah sayur itu? Apakah roti itu? Apakah perbedaan keduanya?Apakah yang membuat roti menjadi roti?Mengapa sayur adalah sayur?"..Oh, anda pasti dapat diskon jika jawaban anda memuaskan. Lalu tibalah masa Democritus, menjelaskan pertanyaan-pertanyaan ini dengan sebuah eksperimen pikiran (Gedanken Experiment).Sebuah eksperimen yang benar secara prinsip, namun sulit untuk dilakukan di dunia nyata.


Demokritus mengajukan hipotesis andakaikan kita memiliki sebongkah emas, lalu kita potong emas itu menjadi dua, lalu kita bagi lagi jadi seperempat, lalu kita bagi lagi menjadi seperdelapan, dan seterusnya. Pertanyaannya adalah, sampai kapan kita terus membagi emas itu? Apakah selamanya emas itu dapat dipotong-potong dan dibagi-bagi? atau ada sebuah batas dimana emas itu tidak bisa dibagi lagi?. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa materi dapat dibagi sampai tak terbatas atau materi tersusun dari partikel atau bagian yang tidak bisa dibagi lagi. Kesimpulan yang pertama tampak absurb bagi Demokritus saat itu. Oleh karena itu, dia sepakat dengan kesimpulan yang kedua, bahwa materi tersusun dari partikel yang tidak dapat dibagi lagi ("a-tomos").


Lalu datanglah John Dalton yang pada tahun 1800 menemukan bukti spesifik bahwa materi memang tersusun dari bagian yang tidak dapat dibagi lagi. Ia menemukan bahwa jika suatu zat dicampur dengan zat lain maka hasil campuran itu memiliki perbandingan massa zat-zat penyusunnya yang nilainya tetap (constant ratio). Misalnya air yang terbuat dari campuran hidrogen dan oksigen memiliki rasio 1:8. Rasio ini tidak akan didapat jika materi dapat dibagi hingga tak terbatas, selalu ada limit yang membatasinya.


Dari hasil observasi Dalton, dapat dilihat bahwa sangat mungkin rasio-rasio itu beragam nilainya untuk beragam zat, tidak hanya air. Dan bisa saja dari zat-zat yang berbeda sifatnya itu bila dipecah akan menghasilkan zat yang jumlahnya lebih sedikit dan berbeda jenis dari semula. Proses perubahan seperti itu disebut dekomposisi kimia. Misalnya, kita dapat melakukan dekomposisi pada air dengan menghasilkan zat-zat yang berbeda yaitu Hidrogen dan Oksigen dengan cara mengalirkan listrik pada air tersebut. Sebagaimana kita tahu, Hidrogen dan Oksigen itu berbeda dengan air, dua zat ini berbentuk gas dan bersifat seperti gas. Akan tetapi, kita tidak bisa melakukan dekomposisi pada Hidrogen dan Oksigen. Bagaimana pun caranya Hidrogen akan tetap menjadi Hidrogen dan Oksigen tetaplah Oksigen. Bagian zat yang tidak bisa dikomposisi inilah yang menjadi salah satu elemen fundamental, yang biasa disebut elemen kimia. Elemen Kimia ini lah yang menyusun zat-zat yang ada di alam semesta.


Dengan mempelajari rasio-rasio elemen fundamental dalam sebuah zat inilah kemudian Dalton dan ilmuwan semasanya menyimpulkan bahwa setiap elemen terbuat dari satu macam atom, dan setiap elemen berbeda karena atomnya berbeda. Jadi atom adalah elemen terkecil yang menyusun elemen fundamental. Air adalah campuran atau senyawa dari dua jenis atom, Oksigen dan Hidrogen, dan itulah mengapa kita bisa mendekomposisi air tapi tidak bisa mendekomposisi Oksigen dan Hidrogen. Sampai hari ini, jika saya tidak salah, ada 116 elemen fundamental, jadi ada 116 jenis atom, 88 diantaranya ada di alam, sisanya diciptakan di laboratorium. Setiap atom diberi nomor dan nama, lalu diurutkan berdasarkan sifat-sifatnya. Daftar nama-nama elemen inilah yang menjadi salah satu sampul depan atau belakang buku Kimia SMA anda.



Cukup, sampai di sini dulu, nanti dilanjut, jika ada niat dan kesempatan..semoga anda tidak pernah puas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar